Sunday, November 25, 2012
sayap (a)ku terluka
Langit senja memanggilku untuk terbang,
tapi sayang...
sekali lagi sayapku terluka,
terluka di tempat yang sama,
tergores benda tajam yang sama..
Aku tak mampu pergi kemanapun,
hanya bertengger diam disini...
Ku coba hibur hatiku,
dengan berkicau riang,
tapi sayang...
kicauku parau tak terdengar..
Aku sayang sayapku,
karna tanpa kedua sayapku,
aku tak bisa terbang tinggi mencapai cakrawala biru.
Aku benci keadaan ini,
keadaan yang memaksaku bersaing dengan waktu.
Saat aku seharusnya terbang tinggi bersama dengan cintaku,
aku terpaksa menyerah karna sayapku terluka..
Sayapku belahan jiwaku,
Sayapku semangatku terbang,
Sayapku lekaslah sembuh,
dan bawa aku terbang mencapai cintaku..
Sunday, October 7, 2012
Sempurna = Mengucap Syukur
Terkadang aku membenci keadaanku..
Terkadang aku ingin memaki saja..
rasanya semua berlaku tidak adil padaku..
Tapi aku hanya selalu bisa terdiam,
tidak bicara, tidak berucap apa-apa.
Bukan karna aku kalah, tapi..
beginilah keadaannya..
Belum tentu saat aku bicara, mereka mendengar.
Belum tentu saat aku berucap, mereka mengerti dan memahamiku..
Kuputuskan untuk diam..
Bersama dengan waktu,
kuputuskan menjalani kehidupan dan keadaan..
Bertemu berkenalan dengan banyak orang.
Mencoba mengerti dan memahami keadaan mereka..
Dan belajar dari semangat mereka.
Seorang pria dengan penampilan biasa, apa adanya, tidak banyak bicara, namun rajin.
Tidak bisa dikatakan terlalu tinggi, karna cacat pada kaki yang dideritanya sejak kecil.
Tidak sempurna secara fisik, tapi cakap bekerja.
Ketidaksempurnaan tidak menjadikannya minder,
Cobaan yang dialami membuatnya tidak menyerah dengan apapun, bahkan dengan keadaannya.
Menuntut ilmu setinggi mungkin, meski tak semua mau bergaul dengannya.
Berulang kali ditolak, karna cacat yang dipunyainya,
namun tidak menyurutkan semangatnya untuk mengabdikan ilmunya.
Saat semua bertindak tidak adil padanya, tak memberinya kesempatan untuk membuktikan kualitasnya, Tuhan bertindak adil padanya..
Pekerjaan tenaga lepas menjadi pembuktian, bahwa dia adalah pekerja cakap dan tekun.
Ketekunan dan kecakapannya membuat dia dipercaya lebih.
Disatu sisi, kehidupan bertindak tidak adil, namun disisi lain,
Tuhan memperhitungkan usaha dan kerja kerasnya, dan mendatangkan keadilan baginya.
Aku terdiam dan merenung..
Aku berkata pada Tuhan, aku lebih beruntung daripada dia..
Aku tidak cacat, meski hidupku juga tidak sempurna..
Semua menerimaku, dan bergaul denganku.
Nuraniku berkata, TUHAN ITU ADIL..!!
Saat ada ketidaksempurnaan, Tuhan selalu memberi ganti dari ketidaksempurnaan itu...
Pria cacat itu tidak sempurna, tapi Tuhan memberinya kesempatan untuk membuktikan diri dan berhasil.
Kehidupanku tidak sempurna, tapi Tuhan mendidik aku untuk bisa bertahan dan berdiri diatas kaki-ku..
Tuhan mengajariku pengucapan syukur atas ketidaksempurnaan...
Sempurna itu tidak ada,
Sempurna itu Mengucap Syukur..
Saat ada yang tidak sempurna dihidupmu,
Saatnya mengucap syukur,
Maka yang tidak sempurna menjadi sempurna..
James 1 : 17 "Every good gift and every perfect ( free, large, full) gift is from above; it comes down from the Father of all [that gives] light, in [the shining of] Whom there can be no variation [rising or setting] or shadow cast by His turning [as in an eclipse]."
Created by : Cheerfuleaster
Friday, September 7, 2012
Ini Kisahku..
Ini Kisahku..
7 September 2012
Terduduk dalam sepi dan heningku, sambil memandang halaman kosong di layar komputer. Ingin rasanya beristirahat dari semua perjalanan ini. Tiba-tiba tanganku terhenti dan pikiranku mulai merenung. Merenungkan setiap jalan kehidupan yang telah aku lalui, yang sedikit banyak telah merubah aku. Jika orang yang tidak mengenalku akan berpikir aku lemah dan ringkih. Hatiku memang tidak sekuat pria, tapi hatiku tidak selembek kertas yang mudah robek. Terkadang air mata menjadi dinding kokoh untuk menjagai hatiku, supaya tdk ada seorangpun yang bisa melukainya.
Pikiranku melayang, teringat pertama kali orangtuaku menceritakan bagaimana kisahku semasa aku masih dibentuk dalam perut mama. Terduduk dalam kamar, sambil mencermati cerita mama. Kemana arah pembicaraan ini akan dilanjutkan?? Perasaanku jadi campur aduk, apa benar aku anak yang tidak diinginkan?? Tidak bisa memungkiri kenyataan, memang demikian adanya. Awalnya aku memang tidak diharapkan, terlalu dini untuk mempunyai anak lagi, setelah koko.Tapi Tuhan sayang padaku, Dia memberi aku kesempatan dan kemampuan untuk bertahan dan melawan setiap ramuan yang mencoba menjatuhkanku. Pada akhirnya, akulah pemenangnya...:D
Menjadi anak ke-2 membuatku jadi dimanja, kupikir lucu juga. Awalnya aku tidak diinginkan, tapi kemudian aku dimanja. hehehehe.. Waktu mama hendak memasukkanku ke bangku sekolah dasar, mama mengkhawatirkan kemampuan membacaku. Maklum sejak taman kanak-kanak, aku tidak begitu menonjol seperti koko. Tugas prakarya seni ataupun mata pelajaran, nilaiku standart. Di rumah, aku banyak bermain daripada belajar, itulah sebabnya mama cukup keras padaku, sewaktu aku mau sekolah. Aku ingat 1 bln sebelum sekolah, mama menghukumku, dan menyuruhku membaca satu buku habis sampai larut malam. Tidak bisa membaca, salah membaca, diulang sampai benar, jika tidak, ucapakan selamat tinggal pada bantalguling kecilku. Demikian setiap malam, mama menyuruhku membaca. Tapi sekali lagi, akulah pemenangnyaa... Aku berhasil mengeja dan membaca benar.
Tiba-tiba teringat masa-masa kuliahku. Masa-masa berat dalam hidupku. Tidak pernah aku melewati masa keras dan berat seperti demikian, sepanjang masa sekolahku. Naik angkutan umum pulangpergi, menghabiskan kurang lebih 3 jam di jalan. Harus mencukupkan diri, dengan uang bulanan yang sangat minim. Untuk tambahan uang jajan, orangtuaku menganjurkan untuk memberi les privat. Maka sejak semester 1 aku mulai mengambil pekerjaan part timeku sebagai guru private. Jangan berpikir aku punya banyak waktu bermain bersama teman-teman. Justru akulah yang tdk pernah berkumpul bersama dg teman-teman. sepulang kuliah, langsung pulang untuk memberi les private, dan setelahnya baru pulang ke rumah.Aku ingat, aku pernah menangis dan merasa marah dengan keadaanku. Hari itu aku memberi les private di daerah yang agak jauh dari rumah. Untuk kesana, aku harus naik angkutan umum, turun di depan gang, dan harus berjalan masuk utk bisa sampai di rumah muridku. Waktu itu hujan, dan banjir. Aku menelpon ke rumah berharap orang rumah mau menjemputku. Aku bersedia menunggu, asal mereka mau menjemputku, tapi nyatanya tidak... Sejujurnya ku katakan, aku sedih dan sekali lagi merasa tidak dibutuhkan. Aku terdiam dan menunggu disana hingga hujan sedikit reda. Saat hujan sudah reda, aku memutuskan pamit pulang. Berjalan dalam banjir dan dingin, dengan air mata yang jatuh menetes. Saat itu aku ingin berhenti dan melangkahkan kakiku ke arah yang lain. Tapi hatiku bilang, gapapa ester, semua akan lebih baik nanti. percaya saja, melangkahlah kemana seharusnya kmu harus melangkah. Kembali aku melangkahkan kakiku dengan berat dan susah payah karna harus melawan arus banjir. Sekali lagi aku bertahan dalam perjalanan hidupku, bertahan supaya imanku tidak gugur, dan tidak kecewa dengan Tuhan. Aku bertahan dan meyakini bahwa saat ini aku sedang menabur, dan percaya suatu saat aku akan menuai.Sekali lagi, aku adalah pemenangnya.. Aku mempercayai Tuhan, dan menunggu waktu menuai.
Ujian tidak berhenti sampai disana, vonis dokter cukup membuatku shock. Sekali lagi, kehidupan mengajakku untuk berjuang. Banyak pertimbangan yang harus aku pikirkan, namun akhirnya aku memilih berjuang melawan sakit ini. Aku berdoa pada Tuhan, supaya Dia memampukan aku, menguatkan aku lebih kuat dari sebelumnya. Dan.. Hualaa... Akulah pemenangnyaa...
Hidup di bawah tekanan itu sudah seperti lingkungan tempat aku bertumbuh dan beradaptasi. Sejauh perjalanan yang aku lalui, aku sadar bahwa Tuhan meletakkan DNA pejuang dan mengajariku untuk menjadi wanita kuat. Aku ingat mama berkata, hidup itu perjuangan. Dari situ aku belajar bahwa tanpa perjuangan kamu tidak bisa ada di dunia ini. Saat kamu memutuskan kamu berhenti berjuang,maka kamu adalah mayat hidup, yang berjalan dan melewati hari-harimu tanpa tujuan, tanpa perjuangan. Tidak ada yang ingin dicapai.Hidup di bawah tekanan akan memunculkan karakter baru yang kuat, dan kekuatan yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Aku memutuskan untuk tidak berhenti berjuang selama Tuhan belum mengambil nafasku. Demikian juga karyaku, tidak akan berhenti sebelum putus nafasku...
Keep dreaming, and make it happen..
Writen by : Cheerfuleaster
Sunday, July 22, 2012
Jangan lupakan Tuhan dalam perencanaan, Berkat Tuhan pangkal selamat
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. - Yak 4 :13-16
Jangan pernah lupakan Tuhan dalam perencanaan di dalam setiap kehidupan kita.
Salomo org plg bijak dan berhikmat menuliskan dalam mazmurnya, Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga - Maz 127 :1
Menjadi orang yang berhasil dalam pekerjaan, usaha, mempunyai uang banyak tentu itu adalah harapan semua orang. Tapi semua tdk pernah terjadi instant dan tanpa proses. Mereka yang telah berhasil membangun usaha, adalah mereka yang berhasil melewati setiap proses, setidak-tidaknya mereka berhasil mencari tau, apa hati Tuhannya untuk kehidupan mereka, supaya mereka tetap dapat melanjutkan hidup.
Saya tidak berkata, menjadi kaya dan berduit itu tdk boleh. Tentu saja boleh, dan itu impian semua orang.
Masalahnya adalah adakah itu kehendak Tuhan??
Akankah itu tdk akan mengeser posisi Tuhan dalam hidupmu??
Kehendak Tuhan, yang saya maksudkan seperti ini, adakah Tuhan berkenan atas apa yang akan engkau kerjakan?
Ini yang seharusnya terjadi,menguduskan hari sabat (yang berarti beribadahlah terlebih dahulu, cari Tuhan dan mengucap syukurlah atas semua berkatnya), setelah itu bekerjalah..
Itu sebabnya kenapa hari sabat (hari minggu) selalu menjadi hari pertama di awal minggu. Karna Tuhan ingin kita datang, dan mengucap syukur padaNya terlebih dahulu, mencari dan mendengarkan kehendakNya, sebelum kita memulai pekerjaan.
Jangan jadikan uang atau kebutuhan masa depan adalah penyebabnya. Di sini hatimu di uji, di mana kau meletakkan sebagian besar hatimu. Firman berkata, harta mengambil porsi yang cukup besar dalam hati kita. Jika masa depan kita ada di tangan Sang Empunya masa depan, perlukah kita risau? risau bukan berarti tidak berusaha.
Sekali lagi, cari dulu perkenanan Tuhan, cari dulu kehendak Tuhan.
Setelah kau mendapatkannya, percayalah Tuhan yang akan buka jalan atas semua yang akan engkau kerjakan. Jangan sampai mamon menjadi tuanmu, jangan sampai menjadi budak uang. (Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."-Ibr 13:5)
Seringkali kita berpikir, mencari perkenanan Tuhan itu butuh waktu, mencari kehendak Tuhan itu lama. Lebih baik mencoba apa yang di depan mata saja. Hikmat manusia kelihatannya meyakinkan, tapi hasilnya tidak selalu demikian, tapi hikmat Tuhan, mungkin awalnya terlihat tidak menjanjikan, tapi selalu berbuah manis di akhir.
Saya bukan mengurui atau bertingkah sok rohani. Seperti yang Firman katakan, Jika itu bukan perkenanan Tuhan, maka semua sia-sia.
Jika tidak yakin, coba saja diuji.. :)
God Bless You.. ;)
(east)
Saturday, April 28, 2012
Sekolah dan Gurunya
Sekolah dan Gurunya
Apa benar hidup selalu tidak adil?? Entahlah aku pun tak bisa menjawabnya.
Jika seandainya hidup ini memang tidak adil, apakah yang bisa kita lakukan?? Entahlah, satu pertanyaan ini pun tak bisa kujawab. Namun satu hal selalu diajarkan padaku, bersahabatlah dengan keadaan, jika menurutmu hidup itu tidak adil. Bukan untuk merubah kamu menjadi seorang pribadi yang lebih tidak adil, atau bahkan tidak peduli dengan keadilan, tapi untuk menjadikan kita lebih BERMORAL dan MENGERTI keadilan. Setidaknya kehidupan akan mengajarkanmu bersikap lebih adil pada orang lain. Kehidupan akan mengajarkanmu bagaimana harus hidup bermoral dan bermasyarakat.
Aku tidak bilang bahwa mereka yang terlahir dari keluarga berkecukupan, atau keluarga baik baik, bahkan keluarga pendeta sekalipun akan menjadi orang yang baik nantinya. Tergantung bagaimana dia belajar bersahabat dengan kehidupan ini. Jika dia tahu menerima yang baik dari kehidupan, maka SEHARUSNYA dia bisa memberi yang baik juga untuk kehidupan.
Tapi bagaimana jika menerima yang buruk dari kehidupan? Akankah memberi yang buruk pula untuk kehidupan??
Jawabku, itu KEPUTUSAN masing-masing pribadi..!! Bagaimana kau akan mengisi hidupmu.. JIka kehidupan telah memberimu sesuatu yang buruk, akankah kau menambahi buruknya hidupmu dengan buruknya KARAKTER dan SIKAPmu?? Pikirkan itu.. !!
Setiap orang punya pilihan untuk menentukan bagaimana dia akan mengisi hidupnya, apakah akan diisi dengan semua yang BAIK atau yang BURUK. Jika kau tahu kehidupan memberimu yang buruk, maka BERSAHABATLAH dengan kehidupan, tunjukan KARAKTER dan SIKAP yang baik pada hidupmu, sehingga kamu BERMORAL, dan kehidupan berbalik memberikan yang baik padamu. Hukum tabur tuai masih berlaku disini, jadi jangan pernah ragukan kalau kehidupan tidak pernah RAMAH padamu.
Dunia ini seperti sekolah, dan kehidupan itu gurunya. Ada saatnya guru menjadi sangat MOODY, sesuatu bisa berjalan sangat baik, tapi ada pula saatnya berjalan tidak baik. Yang tidak baik tidak berarti dia BENCI kamu, bisa jadi dia ingin kau memperhatikannya, karna kau tidak memberikan yang baik pada kehidupan :), mungkin kau sedang bermain-main dengan nilai pelajaranmu, sehingga itu membuatnya sedikit geram, dan memberikan yang buruk padamu.
Seperti di sekolah, saat kau ingin menjadi juara, kau belajar lebih keras dari yang lain, kau berbuat lebih baik dari yang lain, dan gurumu dengan suka hati memberimu nilai A (Awesome), karna kau melewati semua ujian dengan baik dan lulus.
Sebaliknya, saat kau malas, tidak berusaha merubah diri sendiri, apa yang terjadi, Nilai F (Failed) yang tertera di sana.
Menangkap pointnya?? Kehidupan memberi dari apa yang kamu lakukan, jika kamu melakukan baik, pastilah dia RAMAH padamu, namun jika kau melakukan yang buruk, jangan harapakan kehidupan akan melakukan yang baik padamu.
Aku menghargai mereka yang meskipun kehidupan memberinya sesuatu yang buruk, namun tidak membalas kehidupan dengan BERTINGKAH buruk sebagai bentuk pelariannya. Aku memberi penilaian lebih pada mereka yang MEMUTUSKAN memiliki KARAKTER dan SIKAP HIDUP yang baik, meskipun kehidupan masa lalu mereka buruk, setidaknya mereka telah belajar dari keburukan itu, dan berharapa tidak ada hal buruk berikut-berikutnya dalam kehidupannya.
Semoga kehidupan memberi kita banyak pelajaran berharga, dan isilah kehidupan dengan segala sesuatu yang BAIK.. :)
Written by : Cheerful Easter
Sunday, March 11, 2012
Chronicles of Narnia : Prince Caspian
If you any braver, you will be a Lioness -Narnia-
Hari ini secara tidak sengaja, nonton The Chronicles of Narnia : Prince Caspian lagi.. Yep lagi, karna perna nonton sebelumnya.
Banyak hal yg dipelajari hari ini. Banyak hal yang mengena di hati... Tergerak untuk membagikannya..
Lucy meet Aslan, and ask for help
Lucy : Why you dont show your self to the other? Why you dont help us with roar like last time?
Hati lucy yang lembut dan tulus selayaknya anak kecil seusianya, membawa dia dituntun pada rasa percaya-nya untuk dapat bertemu dengan Aslan. Percayalah Lucy tak perna tau kemana dia harus pergi, yang dia tau dia harus kembali ke hutan untuk menemukan Aslan, di tempat dia bertemu Aslan untuk pertama kalinya, namun belas kasihan menggerakkan Aslan untuk segera menemukan Lucy. Lihat.. Karna belas kasihan Aslan tergerak untuk segera menemukan Lucy. Kenapa saya katakan bahwa Aslan yang tergerak untuk menemukan Lucy? seperti yang saya katakan Lucy tidak benar benar tau dimana Aslan berada, dia hanya memacu kudanya kencang untuk segera menemukan Aslan, tapi belas kasihan menggerakkan Aslan untuk menemukan Lucy lebih dulu. Demikian juga Tuhan, akan menemukan kita terlebih dahulu, bukan karna Dia tau kita sedang mencarinya, namun karna Belas kasih-Nya kepada kita. Pertolongannya tidak perna terlambat.
Aslan : Thing will happen in same way for twice. - hal yang sama tidak akan terjadi untuk ke-2 kalinya - We never know what will happen next.
Aslan mengajarkan Lucy untuk tidak menginginkan hal yang sama terjadi 2x. Pengorbanan hanya akan terjadi 1x dan selanjutnya Aslan akan menolong dengan cara-Nya, dimana tidak Lucy, Peter, Susan dan Edmund tidak akan tau apa yang sedang Aslan rancangkan bagi peperangan mereka. Yang perlu Kings - Queens Narnia yakini bahwa, selalu ada harapan saat mereka percaya, dan berusaha.
"Expect much bigger as Aslan (GOD) is with us"
Di akhir cerita, Kings - Queens of Narnia harus kembali ke dunia asal mereka. Terutama untuk Peter, dan Susan. Usia yang semakin bertambah, kedewasaan dan kematangan secara mental karakter dan rohani, membuat mereka tidak lagi bisa kembali ke negeri Narnia. Namun banyak hal yang telah mereka pelajari selama perjalanan dan kehidupan di Narnia.
Peter : Our time is running out, we will back to our world. Me and Susan will never come back to Narnia, but Lucy and Edmund will back here someday.
Bukan Aslan tidak lagi menginginkan Peter ataupun Susan, namun Aslan tau kapan waktu yang tepat untuk memindahkan mereka ke dunia nyata, dunia mereka sebenarnya. Aslan menilai pelayanan dan pengabdian kepada Narnia dan kepada Aslan telah dilakukan dengan maksimal, dengan menjaga kepercayaan mereka kepada Aslan -meskipun Peter hampir gagal-, dan mengusahakan segala hal untuk Narnia. Saatnya bagi Peter dan Susan untuk melakukan hal yang lebih besar, berbekal apa yang telah mereka pelajari di Narnia. Waktu berganti dengan begitu cepat dan tidak terasa. Apakah yang telah kita perbuat? Adakah yang telah kita pelajari? Semoga jawabannya adalah ada. Kita tidak perna tau kita akan berapa lama berada dalam sebuah level fase perjalanan hidup, namun akan ada waktunya untuk kita 'pergi' dan menuju ke level yang lebih lagi. Pergi bisa berarti perpisahan, tapi bukan berarti tidak ada pertemuan kembali. Pergi dapat diartikan secara harafiah, ya Pergi meninggalkan. Meninggalkan apa saja yang mungkin harus kita tinggalkan, tidak ada yang tau. Sadari bahwa setiap kita, di level dan posisi kita sekarang mempunyai tugas dan kewajibannya masing-masing. Biar setiap kita melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Pastikan saat tiba waktunya untuk pergi, tugas dan kewajiban kita selesai dilakukan, dan kita siap untuk pergi, dan menyongsong sesuatu yang baru dengan membawa bekal dari apa yang telah kita pelajari di fase sebelumnya.
Written by : Cheerful Easter
Tuesday, February 28, 2012
For all bestiee..
Ketika Tuhan merancangkan aku dalam kandungan,
Ia memikirkan mereka,
Ketika aku sedang dibentuk dalam rahim ibuku,
Tuhan sedang membentuk mereka.
Bersama kami tumbuh,
dalam lingkungan dan keluarga yang berbeda,
Dan perempatan jalan pendidikan,
kami dipertemukan, dan dipersatukan dalam tali persahabatan.
Persahabatan kami indah,
Persahabatan kami hangat,
Persahabatan kami...
Just said adorable.. ^^
Namun..
Impian dan harapan memaksa kami berjauhan sekali lagi,
tapi tidak memutuskan persahabatan kami.
Saat aku merenungkan semuanya..
"Banyak hal bahagia terlewati bersama,
Banyak hal indah terlewati bersama,
Peristiwa pahit, perjuangan terlewati bersama.
Mungkin sebagian masa muda-ku tidak akan seindah ini tanpa kamu"
Love all my bestie.. ^^ *hug*
Created by : Cheerful Easter
Ia memikirkan mereka,
Ketika aku sedang dibentuk dalam rahim ibuku,
Tuhan sedang membentuk mereka.
Bersama kami tumbuh,
dalam lingkungan dan keluarga yang berbeda,
Dan perempatan jalan pendidikan,
kami dipertemukan, dan dipersatukan dalam tali persahabatan.
Persahabatan kami indah,
Persahabatan kami hangat,
Persahabatan kami...
Just said adorable.. ^^
Namun..
Impian dan harapan memaksa kami berjauhan sekali lagi,
tapi tidak memutuskan persahabatan kami.
Saat aku merenungkan semuanya..
"Banyak hal bahagia terlewati bersama,
Banyak hal indah terlewati bersama,
Peristiwa pahit, perjuangan terlewati bersama.
Mungkin sebagian masa muda-ku tidak akan seindah ini tanpa kamu"
Love all my bestie.. ^^ *hug*
Created by : Cheerful Easter
Wednesday, February 15, 2012
Tribute to 25th Wedding Anniversary
25th Wedding Anniversary
Dear papa dan mama..
Sungguh bersyukur menjadi anak2 permata kalian.
Ketika kami masih berada dalam rancangan Bapa,
kami tidak dapat memilih siapa yang akan menjadi orangtua kami,
Jika seandainya kami diijinkan memilih orangtua sendiri,
kami akan tetap memilih papa dan mama..
Bukan karna materi dan kecukupan yang ada,
karna semua itu bisa dicari,
namun karna kasih, pengorbanan dan pengertian papa mama.
Papa Mama..
Ketika kami menangis sepanjang malam, kau terjaga untuk kami
Ketika kami mencoba berdiri, kau menggandeng tangan kami dan memberi kami kekuatan
Ketika kami masih tertidur, kau bekerja keras untuk kebutuhan kami.
Ketika kami hampir menyerah dengan kehidupan, kau ada mendukung kami, dan berkata "Ini adalah perjalanan hidup, yang harus bisa kau menangkan, jangan menyerah"
Kini pelaminan ini kembali menjadi saksi sejarah,
25 tahun perjalanan pernikahan papa mama.
Hari ini,
kami berdiri dan menyambut papa mama sebagai orangtua terbaik.
Hari hari penuh tawa,keluh kesah dan airmata,
terlewati dengan ketabahan dan kekuatan cinta papa mama.
Disini kami anak-anakmu berdoa,
supaya tuhan, tidak hanya memberkati pernikahan papa mama,
namun menyanyangi kalian seperti kami menyayangi papa dan mama.
We love you Dad...
We love you Mom...
Dedicated : Eddo's Parent
Created by : Cheerful Easter
Dear papa dan mama..
Sungguh bersyukur menjadi anak2 permata kalian.
Ketika kami masih berada dalam rancangan Bapa,
kami tidak dapat memilih siapa yang akan menjadi orangtua kami,
Jika seandainya kami diijinkan memilih orangtua sendiri,
kami akan tetap memilih papa dan mama..
Bukan karna materi dan kecukupan yang ada,
karna semua itu bisa dicari,
namun karna kasih, pengorbanan dan pengertian papa mama.
Papa Mama..
Ketika kami menangis sepanjang malam, kau terjaga untuk kami
Ketika kami mencoba berdiri, kau menggandeng tangan kami dan memberi kami kekuatan
Ketika kami masih tertidur, kau bekerja keras untuk kebutuhan kami.
Ketika kami hampir menyerah dengan kehidupan, kau ada mendukung kami, dan berkata "Ini adalah perjalanan hidup, yang harus bisa kau menangkan, jangan menyerah"
Kini pelaminan ini kembali menjadi saksi sejarah,
25 tahun perjalanan pernikahan papa mama.
Hari ini,
kami berdiri dan menyambut papa mama sebagai orangtua terbaik.
Hari hari penuh tawa,keluh kesah dan airmata,
terlewati dengan ketabahan dan kekuatan cinta papa mama.
Disini kami anak-anakmu berdoa,
supaya tuhan, tidak hanya memberkati pernikahan papa mama,
namun menyanyangi kalian seperti kami menyayangi papa dan mama.
We love you Dad...
We love you Mom...
Dedicated : Eddo's Parent
Created by : Cheerful Easter
Tuesday, January 31, 2012
My Valentine with Parents
My Valentine with Parents
Sepucuk surat tiba pagi itu di kotak surat. Seorang ibu setengah baya, yang baru pulang dari pasar membuka dan mengambil surat surat di kotak tersebut. Dibawa nya ke dalam, dan dipilah pilahnya. Terselip sebuah surat beramplop merah jambu dan tertuliskan My Mom. Dibukanya surat merah jambu itu hati hati, dan membaca nya dengan sangat teliti. Hai Mom, apa kabarnya hari ini?? Aku baik baik saja disini, dan sangat merindukanmu. Aku berharap bisa segera bertemu denganmu, di hari spesial yang telah kupersiapkan sejak lama. Di hari Valentine nanti, aku akan datang dan mengajak mom dan dad ke kota. Aku ingin merayakannya bersama kalian berdua. Aku menyisihkan sebagian uang penghasilanku untuk kalian dan memutuskan untuk membelikan mom dan dad pakaian baru. Pakailah uang ini untuk membeli baju baru, dan kenakan di tanggal 14 February nanti, saat aku datang. Simpanlah sisanya untuk kebutuhan mom dan dad di rumah. Cium sayang dan peluk hangat your daughter. Dilipatnya rapih surat dari putrinya dan dia dihitungnya beberapa lembar uang di dalam amplop tersebut. Sang ibu menghampiri ayah yang ada di kebun belakang, dan menceritakan surat dari putrinya.
Waktu yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga. Ayah dan Ibu telah bersiap pagi pagi sebelum sang putri tiba. Hari ini putrinya akan tiba, tapi tidak tahu tepatnya pukul berapa putrinya akan tiba di rumah. Saat matahari baru saja menampakkan wajahnya, pintu terdengar diketuk dari luar. Tok.. tok.. tok.. Ibu bergegas keluar dan membuka pintu, dikiranya mungkin tetangga mencarinya. Saat pintu dibuka, berdirilah sosok putrinya di seberang pintu, Hai Mom, aku sangat merindukanmu, kata sang putri, dan berjalan maju memeluk ibunya. Ibunya menerima pelukan putrinya dan mengecup kecil rambut putrinya. Pagi pagi benar kau datang nak, tanya ibu. Aku tak kan melewatkan setiap detik hari ini tanpa keberadaan mom dan dad, jawab anaknya. Bukankah aku telah menulis surat dan berjanji akan datang hari ini dan mengajak kalian ke kota. Ya nak, ibu menerimanya tapi akan menyangka kau datang sepagi ini, karna ibu tahu kau cukup sibuk dengan pekerjaanmu dan urusan di kota. Aku mengosongkan semua jadwalku hari ini, untuk merayakan Valentine with My Parents.
Singkat cerita, keluarga kecil ini mulai menghabiskan sepanjang hari Kasih sayang bersama di kota. Berkeliling kota, menyusuri taman kota, mengunjungi taman hiburan dan bersantap bersama. Saat senja mulai turun, dan hari mulai gelap, sang putri kembali mengantarkan ayah dan ibunya kembali ke rumah. Nak, terima kasih untuk 1 hari ini, ujar ayahnya, sambil memeluk putrinya, demikian juga dengan sang ibu berjalan mendekat dan memeluk putrinya. Putrinya membalas pelukan kedua orang tuanya dan bertanya, bolehkah malam ini aku bermalam. Ayah dan ibunya terkejut dan bahagia, tentu nak, ini rumah dan keluargamu, kau sangat diterima di sini. Kamarmu tetap rapih dan bersih, siap untuk ditempati kapanpun kau datang. Keluarga itu kembali melanjutkan hari kasih sayang mereka, dan makan malam di rumah kecil di pedesaan. Saat malam menjadi larut, masing masing bergegas untuk kembali beristirahat. Ayah dan ibu masuk ke kamar, demikian juga dengan putri mereka.
Saat ayah akan merapikan wajahnya sebelum tidur, ayah merogoh saku celananya, dan di dapati selembar surat.
Untuk Dad, terima kasih untuk 1 hari bersamamu. Sungguh menyenangkan melakukan semua kegiatan tadi bersama. Aku masih ingat betapa dad sangat berhati hati menjagaku waktu kecil, mengajarkan dan menbimbingku dari apa bisa membuatku terjatuh dan menyesali apa yang aku lakukan. Tahukah kau dad, karna dad lah aku belajar arti menjadi yang terbaik, dalam kondisi apapun dan mengajarkan prinsip hidup yang terus akan aku pegang sampai nanti aku menjadi tua. Aku berjanji aku akan menjadi seperti keinginan dad, sungguh aku mencintaimu dad. Terima Kasih untuk kebersamaan, didikan, dan prinsip hidupmu. Dan disinilah putrimu ini belajar banyak hal, di dalam keluarga ini. Yang mengasihimu, Putrimu
Di waktu yang sama, ibu merapikan kamar tidurnya, dan melihat ada lembaran kecil terselip di bawah bantalnya.
Untuk Mom, aku tahu tidak pernah mudah untuk menjadi mom, tapi yang aku tahu kau telah berhasil menjadi mom bagiku. Ketegaran dan lembut hati mom mengajarkan aku untuk menjadi wanita dewasa yang bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dalam pergumulan yang dilewati keluarga ini, mom mengajarkan untuk senantiasa bersyukur dan mempercayai keajaiban iman kristiani. Mom selalu menjadi menjadi pendukung, dan partner doaku. Dari kesetiaanmu mom, aku belajar taat dan melayani. Dan disinilah putrimu ini belajar banyak hal, di dalam keluarga dan rumah ini. Terima kasih telah menjadi dan akan tetap menjadi mom terbaik sepanjang sejarah hidupku. Yang mengasihimu, Putrimu.
Mungkin kata katanya dalam cerita tersebut terkesan puitis dan mengharu-birukan perasaan, namun itulah yang sebenarnya orang tua kita rindukan. Bukan penghargaan, bukan pengakuan, namun sebentuk sederhana perhatian kita pada orang tua kita. Menyenangkan orang tua dengan kesuksesan kita, tentu akan sangat membanggakan mereka, para orang tua, namun perhatian sekecil apapun sangat membahagiakan orang tua juga. Saat anak anak beranjak dewasa, rumah menjadi sepi, dan orang tua mulai ditinggalkan. Orang tua mulai tidak diindahkan, rumah bagaikan kost, brangkat pagi-pulang malam. Pernahkah kita berpikir perkataan Father, and Mother, I Love You, menjadi perkataan manis yang akan selalu diingat oleh orang tua kita. Kasih tidak selamanya hanya ditunjukan dalam perbuatan, namun ada waktunya kasih juga perlu diperkatakan kepada orang tua kita juga. Di Hari Valentine ini, perkatakanlah kata kata kasih kepada orang tua kita. Tidak perlu merangkaikan kata kata puitis, berbelit-belit dan berkosakata sulit, utarakan saja maksud hatimu, maka perkataan cinta itu akan jauh lebih bermakna, karna kasih orang tua itu tulus dan menerima apa adanya. Rangkulan dan pelukan dari anak anaknya selalu dapat menghangatkan hati orang tua yang merindukan kebersamaan. Waktu yang telah berlalu mungkin tidak dapat diulang kembali, namun kebersamaan dan kehangatan kasih orang tua akan tetap menjadi kenangan yang tidak akan usang dimakan waktu. Jika kehangatan dan kebersamaan itu telah lama berlalu, biarlah anak anak memulai kembali menyalakan api cinta kasih di dalam perapian keluarga.(east)
Subscribe to:
Comments (Atom)