Sunday, October 7, 2012

Sempurna = Mengucap Syukur


Terkadang aku membenci keadaanku..
Terkadang aku ingin memaki saja..
rasanya semua berlaku tidak adil padaku..
Tapi aku hanya selalu bisa terdiam,
tidak bicara, tidak berucap apa-apa.
Bukan karna aku kalah, tapi..
beginilah keadaannya..
Belum tentu saat aku bicara, mereka mendengar.
Belum tentu saat aku berucap, mereka mengerti dan memahamiku..
Kuputuskan untuk diam..

Bersama dengan waktu,
kuputuskan menjalani kehidupan dan keadaan..
Bertemu berkenalan dengan banyak orang.
Mencoba mengerti dan memahami keadaan mereka..
Dan belajar dari semangat mereka.

Seorang pria dengan penampilan biasa, apa adanya, tidak banyak bicara, namun rajin.
Tidak bisa dikatakan terlalu tinggi, karna cacat pada kaki yang dideritanya sejak kecil.
Tidak sempurna secara fisik, tapi cakap bekerja.
Ketidaksempurnaan tidak menjadikannya minder,
Cobaan yang dialami membuatnya tidak menyerah dengan apapun, bahkan dengan keadaannya.
Menuntut ilmu setinggi mungkin, meski tak semua mau bergaul dengannya.
Berulang kali ditolak, karna cacat yang dipunyainya,
namun tidak menyurutkan semangatnya untuk mengabdikan ilmunya.
Saat semua bertindak tidak adil padanya, tak memberinya kesempatan untuk membuktikan kualitasnya, Tuhan bertindak adil padanya..
Pekerjaan tenaga lepas menjadi pembuktian, bahwa dia adalah pekerja cakap dan tekun.
Ketekunan dan kecakapannya membuat dia dipercaya lebih.
Disatu sisi, kehidupan bertindak tidak adil, namun disisi lain,
Tuhan memperhitungkan usaha dan kerja kerasnya, dan mendatangkan keadilan baginya.

Aku terdiam dan merenung..
Aku berkata pada Tuhan, aku lebih beruntung daripada dia..
Aku tidak cacat, meski hidupku juga tidak sempurna..
Semua menerimaku, dan bergaul denganku.
Nuraniku berkata, TUHAN ITU ADIL..!!
Saat ada ketidaksempurnaan, Tuhan selalu memberi ganti dari ketidaksempurnaan itu...
Pria cacat itu tidak sempurna, tapi Tuhan memberinya kesempatan untuk membuktikan diri dan berhasil.
Kehidupanku tidak sempurna, tapi Tuhan mendidik aku untuk bisa bertahan dan berdiri diatas kaki-ku..
Tuhan mengajariku pengucapan syukur atas ketidaksempurnaan...

Sempurna itu tidak ada,
Sempurna itu Mengucap Syukur..
Saat ada yang tidak sempurna dihidupmu,
Saatnya mengucap syukur,
Maka yang tidak sempurna menjadi sempurna..


James 1 : 17 "Every good gift and every perfect ( free, large, full) gift is from above; it comes down from the Father of all [that gives] light, in [the shining of] Whom there can be no variation [rising or setting] or shadow cast by His turning [as in an eclipse]."


Created by : Cheerfuleaster