Sunday, October 31, 2010

Ketika Kepompong berubah menjadi Kupu Kupu



Awalnya berupa setitik tinta putih yang tak kasat mata, namun dengan kejelian dan ketekunan, didapati sebutir telur mini yang menyimpan keistimewaan didalamnya. Lambat laun, seiring berjalannya waktu, telur mini berganti menjadi ulat. Ulat kecil dengan ruang lingkup gerak yang tak bebas, semua serba terbatas dan dibatasi. Namun satu hal yang tidak terbatasi untuk si ulat kecil, sumber makanan yang tiada habisnya. Tentu saja si ulat menjadi makin gemuk, makin tak lincah bergerak. Disanalah proses mulai terasa, bergerak ke kanan sedikit, aduh tersenggol dahan. Bergerak ke kiri sedikit, oh tidak tak ada pengaman disana, aku bisa terjatuh dari tempat setinggi kurang lebih 2 meter diatas tanah, yang membawaku dekat dengan pintu kematianku. Huff.. aku hanya harus bergerak maju perlahan namun pasti, dan menemukan tempat ternyaman di sini. Berjalan maju, lambat dan pasti, sambil tak hentinya makan dan bersantai ria. Aha, disini tempat yang paling nyaman, tempat yang paling teduh, tempat yang paling aman. Terlindung dari panas matahari, terlindung dari basahnya air dan dinginnya angin malam, posisi yang pas. Segala sesuatu harus aku persiapkan disini, agar tak satupun dapat mengganggu aku, atau memindahkan aku dari sini.

Segala persiapan dimulai, si ulat mulai mengeluarkan air liurnya, untuk menyelimuti dirinya. Disitulah si ulat berdiam diri, diselubungi selaput tipis yang akan membuatnya nyaman dari dunia luar. Si ulat mulai membiasakan dirinya, dalam balutan selaput yang membuatnya nyaman. Dikiranya semua akan baik baik saja, tapi si ulat lupa, bahwa proses bisa terjadi di dalam sana, di balik selaput tipis itu. Fase kepompong membuat si ulat harus berjuang keras untuk bisa melewatinya. Pikir si ulat, seharusnya ini menjadi tempat yang paling nyaman bagiku, tapi ternyata proses terjadi bukan diluar melainkan di dalam selaput ini. Setiap fase di dalam perjalanan hidupnya dilewati dengan cukup baik, namun difase ini si ulat berjuang cukup keras untuk bisa bertahan hidup. Jika dia tak sanggup melewatinya maka dia akan mati di dalam kepompongnya sendiri. Aku harus bertahan, aku pasti bisa, kata si ulat. Makin hari prosesnya makin kuat dan terjadi terus menerus, si ulat tetap bertahan, dia yakin akan melewati semuanya seperti fase yang sebelumnya.

Waktu bergulir dan tak terasa telah sekian lama proses terjadi di balik kepompong. Si ulat tetap bertahan dan berhasil melewati fase ini. Di ujung penantiannya si ulat tak menyadari bahwa dirinya bukan lagi menjadi ulat gemuk yang susah bergerak dan lamban. Waktunya telah tiba, dan saatnya untuk keluar dari kepompong, tubuhnya yang mulai bermetamorfosis membuat kepompong mulai robek. Diliahatnya cahaya mulai terlihat dari dalam kepompong itu. Ah, kiranya ini waktu bagiku untuk keluar dari kepompong ini, rasanya kepompong ini mulai sempit dan tak muat lagi, katanya. Perlahan dia mulai merobek sedikit demi sedikit kepompong yang membalut tubuhnya dengan menggunakan kaki kaki kecil yang dimilikinya. Sedikit demi sedikit, kepalanya mulai muncul, oh tidak ternyata selama ini aku bergantung pada dahan pohon, ujarnya. Jika aku tidak berpegangan, aku akan terjatuh. Tak disadari si ulat bahwa dia bukanlah ulat, bahwa dia mempunyai sayap sayap indah yang dapat digunakannya. Dia berpegangan pada ujung kepompong, berusaha mengeluarkan seluruh tubuhnya. Sebagian tubuhnya telah berhasil dia keluarkan, menunggu sebagian lagi, makin kuat dia berpegangan, dan SEMPURNA. Tubuhnya keluar dengan utuh, tanpa ada bagian yang hilang. Dia menjadi lega, sayapnya mulai mengepak kecil, hah? Sayap? Aku bukan ulat lagi, aku Kupu kupu. Ternyata selama ini proses di dalam kepompong mengubahku menjadi Kupu kupu. Lihat sayap sayapku, indah dan berwarna warni, elok dan cantik. Dan lagi, sekarang aku bisa terbang, banyak tempat dan wilayah bisa kujangkau, meskipun itu jauh. Sekarang aku tak lagi hanya berdiam di tempat ini, namun aku akan pergi dan menemukan tempat indah dan nyaman disana. Oh Tuhan, terima kasih atas fase kepompong yang telah kulewati, terima kasih karna telah menghadiahi ku sayap sayap indah ini, aku berjanji akan melakukan tugasku sebagai Kupu kupu sebaik yang aku mampu  lakukan. Kupu kupu pun terbang, menghinggapi bunga bunga dan melakukan tugasnya dengan baik.

Ketika kepompong berubah menjadi kupu kupu, bukanlah sebuah proses yang mudah. Di dalam kepompong itulah jati diri kupu kupu mulai digali, mulai ditemukan, dan mulai kembangkan hingga menjadi kupu kupu yang sempurna. Prosesnya bukan bersingungan dengan dunia luar, namun proses karakter, proses hati, proses pemikiran di mulai dari sana. Ulat yang hanya terdiri dari kepala yang menjadi satu dengan tubuhnya, perlahan mulai menunjukkan bagian tubuh yang jelas. Kepala terpisah dengan tubuhnya, tubuhnya mengeluarkan sayap sayap dan kaki kecil, identitasnya sebagai kupu kupu jelas terlihat. Demikian dengan kita, saat proses mulai terjadi itu artinya Tuhan ingin kita menemukan identitas kita sebagai anak Tuhan. Terkadang proses juga mengingatkan kita akan tugas dan tanggung jawab kita. Ingat tugas dan tanggung jawab kita, bukan posisi atau jabatan kita. Entahlah kita seorang pemimpin atau tidak sekalipun, sebagai anak Tuhan kita punya tugas dan tanggung jawab yang sama menjadi garam dan terang dunia, memberitakan injil, membawa orang yang belum mengenal Tuhan untuk datang dan mengenalNya. Apa posisimu hari ini? Apakah engkau seorang anak? Orang tua? Karyawan? Pemimpin atau apa pun itu, jadilah berkat dan terang di manapun kamu ditempatkan. Seperti Kupu kupu tadi berjanji akan melakukan tugasnya sebaik mungkin sebagai Kupu kupu. Selama kita hidup dan bernafas, berarti masih ada kesempatan untuk dengan tekun dan setia melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai anak Tuhan.


Special Thanks to beloved sista, Erly Novia Tanadi, U’re the inspiration. Ure life is like a Butterfly, grow up like a Pupa into a Butterfly in Jesus’s Love. Keep flying high sistaa.. Support you always.. ^^ (easter)

Friday, October 22, 2010

Selidiki aku, hingga Kau dapati aku SETIA

Sebuah lagu sederhana menginspirasi saya pagi ini. Lagu yang di nyanyikan oleh Sari Simorangkir ini tiba tiba menginspirasi saya.

SELIDIKI AKU, LIHAT HATIKU
APAKAH 'KU SUNGGUH MENGASIHI-MU YESUS
KAU YANG MAHA TAHU DAN MENILAI HIDUPKU
TAK ADA YANG TERSEMBUNYI BAGI-MU

REFF :
T'LAH KULIHAT KEBAIKAN-MU
YANG TAK PERNAH HABIS DI HIDUPKU
'KU BERJUANG SAMPAI AKHIRNYA
KAU DAPATI AKU TETAP SETIA 

Entah kenapa beberapa hal yang terjadi hari hari ini, mengajarkan saya untuk banyak mengintrospeksi diri, secara saya juga masih manusia yang hidup di dunia, tentu tak lepas dari yang namanya kesalahan dan dosa.
Dalam perjalanan ke kantor pagi ini, tiba tiba ada hal yang mengganjal hati saya dan dalam perjalanan tersebut saya berdoa di dalam hati, Tuhan selidiki hatiku setiap waktu, jika aku kurang dewasa sebagai anak, maka ajar aku  untuk menjadi lebih dewasa lagi. Selidiki aku Tuhan, di setiap langkah hidupku.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari lagu ini, Entah apapun yang terjadi di dalam hidup ini, biar hatiku tetap mengasihi Tuhan, sekeras apapun badai dan gesekan yang ada harus tetap hati ini terpaut dengan Tuhan. Tuhan yang paling tau keadaan hatiku, Tuhan yang paling tau respon hatiku, tak ada satupun yang tersembunyi bagi DIA. Saya percaya Tuhan baik dalam kehidupan ini, tidak perlu ada yang diragukan. DIA setia di dalam setiap langkah hidupku. SETIA, di akhir lagu mengatakan "KAU dapati aku tetap SETIA". Kali ini Tuhan berbisik sederhana di telinga saya, Setia.. Satu kata yang tajam dan dalam.. Setia bukan hanya Tuhan yang setia dengan hidup kita, namun kitapun harus setia dengan Tuhan. Tuhan berbisik, bukan hanya setia ikut dan iring AKU saja, tapi setia dalam perjalanan imanmu, setia dalam panggilan pelayananmu, setia mengerjakan keselamatanmu, setia memenuhi panggilan pelayananmu, setia dalam gereja lokalmu, setia dalam segala hal. Setialaahh.. Hingga akhirnya AKU mendapati kau setia anakKu. Hemm... Mendengar hal itu membuat hati ku menjadi merinding, menjadi semakin kagum akan DIA, hampir saja air mata ini tak terbendung.

Sungguh saya berkata pada diri sendiri, tak peduli siapa yang tinggal dan siapa yang pergi, namun saya akan tetap disini SETIA ikut DIA. Sesusah atau semudah apapun itu, saya harus bisa SETIA, meskipun harus melepaskan ego, melepaskan hal berharga, dan melepaskan semua yang ada, yang Tuhan minta.

Sunday, October 3, 2010

Untitle

Terlalu letih menahan semua ini,
hingga kutumpahkan dalam air mata.
Terlalu tinggi aku berharap,
hingga kubiarkan diriku terjatuh.

Mungkin kebahagianmu bukan disisiku,
tapi disisinya.
Mungkin sukacitamu bukan bersamaku,
tapi bersama dia.

Tak banyak yang bisa kuperbuat,
ku hanya berdoa, semoga kau bahagia.
Tak ada yang akan kuminta,
selain maaf dari hatimu.


Tertanda
Sahabat

Thursday, August 5, 2010

Money bad or good... ??

"Brapa sisa hutangku??", seru sang putri pada ayahnya. "kau masih berhutang 7 juta padaku", jawab ayahnya. "Baik jika begitu. Ambil 2 juta dari uang gajiku, dan sisanya trasfer ke rekeningku", jawab sang putri dengan ketus.

UANG.. lagi lagi uang yang menjadi penyebab keributan. Mungkin benar apa yang dikatakan pepatah, Uang itu jahat, membuat siapa saja bisa melakukan apa saja untuk memperkaya dirinya dengan uang. Dari penggalan percakapan diatas terlihat bahwa sang ayah memperhitungkan hutang sang anak. Wow, seorang ayah memperhitungkan hutang anaknya sendiri... Sulit untuk dikatakan dan dijelaskan tapi itulah UANG.

Perubahan jaman telah mengakibatkan evolusi pada pola pikir dan tingkah laku manusia. Perubahan yang makin menuju arah serba teknologi dan globalisasi membuat nilai sebuah uang sangatlah mahal. Hal ini menyebabkan, hampir semua orang menilai segala sesuatu dari sudut uang atau materi. Sebuah sindiran sederana sering kali muncul dalam gurauan saya. Saya sering menggunakan prinsip ekonomi untuk mengejek teman teman saya yang katakanlah agak sulit mengeluarkan uangnya, mengeluarkan usaha yang sekecil mungkin untuk mendapatkan hasil yang sebesar besarnya... Agaknya teori itu mulai benar benar berlaku saat ini, bukan hanya pedagang ataupun wiraswasta yang benar benar menerapkan prinsip tersebut, namun manusia secara harafiah memberlakukan prinsip ekonomi tersebut.

Alkitab menuliskan Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Ayat firman Tuhan ini mengajarkan pada kita untuk tidak menjadi hamba uang, tetapi mencukupkan diri kita dengan berkat yang Tuhan telah sediakan dalam kehidupan kita. Sering kali kita mengeluh dengan Tuhan dan berkata, berkatMu ga cukup Tuhan untuk kebutuhanku, berkatMu kurang melimpah didalam kehidupanku, banyak barang yang belum bisa kubeli, banyak hal hal menarik yang belum bisa aku rasakan, karna aku tidak punya cukup uang. Sering kali kita tidak menyadari bahwa dalam berkatNya pun Tuhan mengajar anak anakNya. Berkat yang diberikan diberikan dalam takaran kapasitas kita, berkat yang diberikan selalu pas dan tidak mungkin membuat kita berkekurangan, ingin buktinyaa??

Coba buka dalam Amsal 10:22, "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." See, berkat Tuhan yang membuat kita kaya, dan tidak akan berkekurangan.

Berpikirlah positif terhadap berkat yang telah Tuhan sediakan didalam hidupmu. Berkat yang kelihatannya sedikit bagimu, berarti waktunya Tuhan untuk mengajarkan bagaimana kamu harus me-manage keuanganmu dengan baik. Seperti janda yang memberikan persembahan dari semua yang ada padanya hari itu. Semua perak yang diberikannya sebagai persembahan adalah semua berkatnya hari itu, namun dia tidak menyayangkan itu untuk dirinya, karna janda ini sadar betul bahwa Tuhannya tidak akan membuatnya kelaparan tanpa makanan. Jika hari ini berkatmu tidak berlebih menurut takaranmu, ini artinya waktu bagimu untuk belajar membagi kebutuhan uangmu, mana kebutuhan prioritas yang perlu diutamakan, dan kebutuhan sampingan yang bisa ditangguhkan dengan tetap tidak mengurangi porsi persepuluhan untuk Tuhan. Tentulah itu bukan hal yang mudah, saya pernah menjalani masa masa demikian. Ada masa dimana saya merasa berkat Tuhan tidak cukup untuk kebutuhan saya. awalnya saya mengeluh, namun Tuhan mengingatkan saya akan ayat dalam Ibrani 13:5, saya ini bukan hamba unag, dan saya percaya Tuhanlah yang akan memelihara kehidupan saya. Saat itu saya hanya bisa menghasilkan uang sebesar 350.000 dalam sebulan dari pekerjaan mengajar saya. Bayangkan uang 350.000 dalam sebulan, apa yang bisa lakukan dengan uang sejumlah itu.

Tentu saja tak banyak, banyak pengeluaran tidak penting yang saya pangkas biayanya, sahabat satu komsel saya mengetahui bagaimana saya melewati masa ini. Selama beberapa bulan, tidak ada budget belanja, bahkan untuk sekedar jalan jalan, atau window shoping arround the mall. No no no, just cut it off. Bukan sebuah perjuangan yang mudah, mengingat wanita sangat suka membuang uangnya sekedar untuk refreshing dan melepas penat. Saya hanya belanja untuk kebutuhan bulanan, dan sesekali makan diluar, jika ada uang sisa. Saat itu Tuhan mengajar kepada saya betapa saya harus bisa mengontrol diri saya dalam membelanjakan uang, Tuhan mengajarkan prioritas.

Hari ini penghasilan saya diatas 350.000 tentunya, namun itu tetap tidak mengubah kebiasaan saya. Mengatur keuangan sebaik mungkin, menyisihkan untuk ditabung, menyimpan untuk keperluan mendadak, memakai uang sesuai kebutuhan, belanja tidak berlebihan, dan sebagainyaa.. Satu pelajaran baru Tuhan ajarkan pada saya, bagaimana saya harus berbagi dan menjadi berkat atas orang lain dengan berkat yang 'sedikit' melimpah didalam kehidupan saya. Bukan sebuah hal yang besar, seperti teman teman saya lakukan namun itu cukup berarti buat saya. Saya belajar memperhatikan orang orang disekitar saya, orang orang yang hampir saya temui setiap harinya, yapp benar, teman teman kantor. Sekali waktu saya membawakan camilan camilan kecil untuk dimakan bersama. Bukan camilan yang mahal tapi rasanya cukup untuk dinikmati, senang rasanya bisa berbagi dengan mereka. Bukan nilai uangnya yang dipandang, tapi perhatian dan kepedulian itu berharga lebih dari uang. seperti yang Tuhan katakan, .. Aku sekali kali tidak akan membiarkan engkau dan sekali kali tidak meninggalkan engkau." Tidak membiarkan berarti perhatian Tuhan tertuju pada kita, tidak meninggalkan berarti peduli pada kehidupan kita.

Saya teringat dengan perkataan dari Ps. Philip M, beliau berkata "Tuhan tidak mau berurusan dengan mereka yang keuangannya tidak beres, mereka yang tidak bisa mengatur keuangannya dengan benar" Menjadi kaya bukan bicara menumpuk sebanyak mungkin uang dan mengeluarkan uang sekecil mungkin, tapi berbicara soal bagaimana kita mengatur keuangan kita. Mungkin uang kita terbatas, tapi usahakanlah untuk mengatur pengeluarkan sebijak mungkin. Kau boleh punya uang semiliar dalam sehari tapi percayalah jika tidak ada management keuangan yang baik uang satu milyard itu tidak akan bertahan hingga malam hari tiba.

Satu ayat yang selalu teringat saat saya mulai ada dalam masa masa 'uang', ayat favorit saudari seiman saya "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya", ayat sederhana yang sangat mudah diingat, namun membawa kelegaan yang besar didalam hati... (Easter)



 " Redenominasi boleh terjadi, namun Janji Tuhanku tetap YA dan AMIN " ~ Bro Petz --> like thiss

Saturday, July 3, 2010

~ Miss Complicated ~

Miss Complicated...

Pernah mendengar kosakata diatas?? apa yang terlintas di pikiranmu??
seorang gadis dengan pemikirannya yang kompleks, atau seorang gadis dengan kehidupannya yang kompleks..??
Saya rasa keduanya benar.. heheheh.. :p Baik pikirannya maupun kehidupannya sangat kompleks, susah dimengerti, sulit dipahami, tak mudah diikuti apa maunya.. Apa benar begitu?? Mari kita telusuri.. =D

Pikiran wanita sebenarnya bukanlah pikiran yang kompleks..hanya saja terlalu rumit, hehehe.. :D ga begitu juga laa.. wanita berpikir apa yang logis baginya, apa yang tidak akan merugikan banyak orang disekitarnya, apa yang bisa dilakukannya untuk membuat orang orang disekitarnya nyaman dan berusaha untuk membuat orang orang disekitarnya tidak kecewa dengan dirinya.. Mungkin pikiran pikiran ini yang sering kali dianggap terlalu rumit dan kompleks bagi kaum adam. Wanita cenderung tidak ingin menyakiti pihak lain dengan semua yang ada di dalam dirinya, makanya terkadang wanita sulit untuk mengutarakan maksud hatinya..


Berbeda jika wanita bergaul dengan wanita, saling mengerti, saling memahami, dan bertoleransi. Meskipun tau mungkin keputusan wanita tersebut tidak menguntungkan posisinya sebagai wanita, tapi teman wanita selalu bisa bertoleransi, bisa mengerti. Oleh sebab itu terkadang bersahabat dengan seorang wanita lebih nyaman dan menyenangkan.. hehhehee..

Hemm.. topik ini terlalu berat buat saya, sulit mengembangkan ide selanjutnya dari topik ini,.. wew..
hehhehe... ga tau harus membawa topik ini kemana...=.= "
*maklum ndak menemukan referensi yang tepat untuk membahas topik ini, tapi ini topik yang cukup seru bagiku.. =p

Mungkin saya adalah salah satu dari miss Complicated yang ada, bagaimana tidak saya kan seorang wanita.. =p
Pikiran yang kupunyaa, rumit juga untuk ku mengerti... kehidupan yang sedang kujalani, rumit juga kisahnyaa..
ga tau bagaimana akhir dari kisahku nanti, hehee.. tapi yang jelas disitu tertulis sebuah kehidupan kompleks seorang wanita..
Dengan segala pikiran, ide, kreatifitas, dan seluk beluk percintaan yang kompleks tentunyaa... hihihi.. :D
Pikiranku rumit, karna aku memikirkan apa yang baik untuk semua orang, even it will hurt my self, tapi kurasa itu langkah tepat yang bisa kuambil. Melindungi sebanyak mungkin orang yang bisa kulindungi, menjagai semaksimal mungkin hati orang orang terdekat supaya mereka tidak terluka. *adooo melownya nongol niee.. ouuuchhh..
tapi itu pikiranku, itu hatiku, itu jiwaku.. terkadang semua itu bisa sangat menyakitiku sebagai wanita, tapi entah kenapa aku tetap melakukannya, padahal bukan itu yang aku mau.. *mungkin benar apa kata dee.. :D

Bagaimana dengan hidupku?? apa kompleks juga?? yeahhh.. like i say in the opening beforee...
Kehidupan yang komplekss.. penuh intrik dan dilema didalamnya.. hehhehehe..
ga semua bisa kuceritakan disini, tapi percayalah hidup ini sangatlah komplekss.. =D
Sangat menginginkannya, tapi tak mungkin mendapatkannya, karna tidak pernah ditakdirkan untuk menjadi milik pribadiku. Sangat merindukannya, tapi juga sangat menghindarinya. Ingin mencoba memahami tetapi hanya penolakan yang kudapat...
Ingin meraih mimpiku, tapi jalannya berbeda dengan yang aku mau. Berharap bisa menjadi seperti yang aku cita citakan, namun belum tentu itu yang terbaik untukku.. welehhh  rumitt juga yaaa... maunya bagaimana cobaaa... hehhehee.. akupun juga bingung.. tapi memang inilah yang sebenarnya.. ^^
So complicatedd... Just cant describe it to muchh.. just one word.. COMPLICATED..
It doesn't matter if you call me ~ Miss Complicated ~


Created by : Cheerful Easter

Tuesday, June 22, 2010

Lesson for Today ~ June 22th, 2010 ~

Pelajaran hari ini..

Hari ini ada teman yang berbagi kisah tentang sebuah keluarga. Keluarga Kristen yang tidak pernah menyangka akan mempunyai anak yang mengidap Down Syndrom..
Sepasang suami istri yang telah lama menikah dan menantikan buah hati namun Tuhan tak kunjung memberi.
Segala usaha telah mreka coba, hingga menempuh proses bayi tabung..
Akhirnya anak yang dinantikan hadir, proses bayi tabung membuahkan hasill.. Suami Istri tersenyum lega, dan bahagia..
Suatu ketika sang anak terkena demam, demam tinggi yang membuat orang tuanya sangat panik, dan merujuknya ke dokter. Setelah diperiksa ternyata dokter menyatakan bahwa sang anak terkena Down Syndrom, karna demam tinggi yang dideritanyaa.. Dokter berkata, anak ini tidak akan tumbuh normal seperti anak anak pada umumnya. Pernyataan dokter membuat hati suami istri ini sangat terpukul, anak yang mereka nanti nantikan, pada akhirnya tidak bisa tumbuh seperti anak anak pada umumnya..
Pertanyaannya, Siapa yang harus disalahkan??

Aku menjawab tidak ada yang harus disalahkan... Kawanku berkata, bisa saja menyalahkan suami/istri karna terlambat membawa ke dokter, atau menyalahkan si dokter, kenapa tidak menangani si anak dengan baik dan tanggap..
Kalau mau bicara siapa yang harus disalahkan, jawabannya tidak akan pernah ada..
Karna memang tidak ada yang salah, semua terjadi memang sudah direncanakan Tuhan sudah dituliskan demikian didalam buku kehidupannya. Jika mau menyalahkan orang, kitapun tidak akan menemukan kesalahan mereka, karna mereka pun dituntun oleh keadaan yang membuat mereka mengambil tindakan demikian.

Pelajaran berharga yang dipetik hari ini :

1. Segala sesuatu terjadi karna Tuhan yang berkendak, sekeras apapun qta mengusahakan jika Tuhan berkata "TIDAK" atau "BELUM SAATNYA", jangan pernah melanggarnya atau kau akan mendapatkan hasil yang tidak akan pernah dibayangkan sebelumnya, KEGAGALAN. Entah itu kegagalan yang hanya sebagian atau gagal total (Gatot kerennya), nilai itu yang akan qta dapat dalam ujian kehidupan qta.

2. Tidak menyalahkan siapapun atas segala yang terjadi, tidak Tuhan, tidak juga orang orang disekitar qta, yang terkait didalamnya. Percayalah mereka juga merasakan apa yang qta rasakan. Jika qta merasakan kesedihan dan kehilangan demikian juga mereka, jika qta merasakan dukacita dan pedih merekapun juga merasakannya. Jangan bertindak EGOIS dengan menghakimi orang orang disekitar qta, apa lagi Tuhan, bisa panjang urusannya.. hehehe.. =D

3. Segala sesuatunya adalah berkat dan pelajaran. Apa yang terjadi baik atau buruk semua adalah berkat dan pelajaran untuk qta. Tidak semua berkat datang dalam bentuk sebuah hal yang baik dan manis, ingat cerita tentang kado yang dibungkus dengan kertas lusuh dan kertas kado berkilauan?? Penampilan luar tidak selalu sama dengan apa yang didalamnya. Orang orang yang mementingkan tampilan  luar akan lebih memilih kado dengna kertas yang berkilauan, karena mreka berpikir isinya pasti bagus, ternyata isinya kosong..
Sedangkan yang memilih kertas lusuh, menemukkan emas didalamnya. So, lihatkan, tidak semua berkat dibungkus dengan pembungkus yang indah dan berkilau. Syukuri saja apa yang didapatkan karna itu BERKAT. Sama halnya dengan cerita diatas, Anak adalah berkat Tuhan dalam hidup rumah tangga, meskipun tampilan luarnya tidak sempurna, namun percayalah pasti ada "emas" dibalik semuanya...


Belajar sesuatu hari ini??
Semoga diberkati.. ^^

ps: Inspiration by Priawan & Kristin..

Created by : Cheerful Easter

Wednesday, June 2, 2010

Liputan AOG ~ test drive ~

Highly Spiritual..

Minggu, 30 Mei 2010, Kebaktian AOG Youth kembali diadakan di SIBEC - ITC, seperti kata Ps. Philip Mantofa, qta adalah gereja tanpa tembok yang kegerakannya tidak akan pernah bisa dibatasi oleh ruang.
Kebaktian dimulai pukul 1 siang hari itu,AOG-ers sangat antusias mengikuti ibadah sekalipun minggu itu adalah long weekend, ternyata tetap tidak menyurutkan rasa haus dan lapar AOG-ers akan sebuah lawatan Tuhan. Kebaktian dimulai dengan Praise and Worship yang mengundang hadirat Tuhan luar biasa atas tempat itu. Hadirat Tuhan seolah olah mempersiapkan AOG-ers untuk menerima sesuatu yang lebih lagi pada saat penyampain Firman Tuhan.

Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Lanny Tan, gembala Sidoarjo. Beliau menyampaikan Firman Tuhan dengan berapi api. Beliau menyampaikan tentang pemakaian Tuhan dalam kehidupan setiap anak Tuhan. Tuhan telah menetapkan anak anakNya untuk dipakai besar ditanganNya, seperti yang tertulis dalam FirmanNya, Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Saat qta ada di tangan Tuhan, maka hidup qta tidak akan menjadi biasa, melainkan jadi luar biasa. dan Tuhan telah menentukan qta untuk menjadi besar di tanganNya, yang akan bawa kemenangan, bawa terobosan, dan kemulian untuk nama Tuhan.
Tuhan punya tujuan yang mulia dalam kehidupan qta, tapi sering kali gagal terlaksana dalam kehidupan qta, karna ada beberapa alasan yang sering kali dipakai anak anak Tuhan untuk menolak pemakaian Tuhan didalam kehidupannya, seperti yang terjadi pada Musa, saat pertama kali Tuhan memanggilnya dengan menampakkan diri melalui semak belukar yang terbakar. Adapun alasan alasan penolakan Musa, saat Tuhan memanggilnya, :
Pertama, Musa melupakan identitasnya sebagai Bangsa Israel yang mempunyai Allah yang Besar. Demikian halnya dengan qta, seringkali qta melupakan Identitas sebagai Anak Tuhan, sehingga qta merasa tidak kecil dan bukan siapa siapa. Sebagai Anak maka Bapa qta lah yang akan memperlengkapi qta, Bapa qtalah yang akan memampukan dan mengurapi qta untuk melaksanakan pekerjaan yang besar. Kedua, Musa tidak mengenal siapa Allahnya. Sebelum Musa dipanggil Tuhan, Musa tidak mempunyai keintiman dengan Allahnya, sehingga saat panggilan itu datang padanya, Musa tidak percaya diri bahwa Tuhan memanggil dia untuk melepaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Percayalah bahwa panggilan itu telah disiapkan bagi qta, bukan untuk orang lain. Tuhanlah yang akan membuat apa yang qta kerjakan menjadi berhasil. Ketiga, Musa terintimidasi oleh pikirannya sendiri yang mengatakan bangsa Israel tidak akan mempercayai dia, bahwa Tuhan telah menampakan diri padanya. Namun  Tuhan berkata lain, apa saja bisa dipakaiNya untuk menunjukan bahwa Tuhan telah memanggil Musa. Sama seperti Musa, seringkali qta tidak merasa percaya diri bahwa qta lah yang menerima panggilan tersebut, sehingga merasa kecil dan tidak bisa melakukan apa apa, namun Tuhan menunjukkan pada qta, hal sekecil apapun dalam hidup qta, bisa dipakai Tuhan untuk menunjukkan bahwa qta ini dipilihNya untuk menggenapi panggilanNya.
Point keempat, ketidakmampuan atau keterbatasan. Tuhanlah yang ciptakan qta, maka qta tidak perlu ragu akan kemampuan qta, justru dalam ketidakmampuan qtalah Kuasa Tuhan dinyatakan lebih lagi.
Kelima, mentalitas penakut, Musa menolak Tuhan untuk yang terakhir kalinya, dan penolakan Musa membuat Tuhan marah. Tuhan tidak pernah menciptakan qta dengan sebuah ketakutan di dalam kehidupan qta, ketakutan qta membuat hidup qta menjadi hidup yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, dan itu membuat Tuhan marah pada qta. Karna itu buang mentalitas penakut dan segala hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, jangan sampai murka Tuhan bangkit atas qta anak anakNya dan mencabut panggilan itu dari hidup qta. Firman Tuhan ditutup dengan altar call, ce Lanny memanggil oarang orang yang belum mengenal Allahnya, yang belum memiliki keintiman dengan Tuhan, supaya memulai kehidupan baru untuk mengenal Allah dan hidup untuk memenuhi panggilan Tuhan. Altar Call kedua, ce Lanny memanggil setiap anak anak Tuhan yang ingin memberikan seluruh hidupnya untuk dipakai Besar di Tangan Tuhan. Banyak anak anak muda yang maju dan menyerahkan diri di hadapan Tuhan, dan memperbaharui komitmen di hadapan Tuhan.
Kebaktian ditutup dengan doa berkat oleh Ps. Philip. Selurh AOG-ers pulang hari itu dengan sebuah hati yang baru, hati yang mencintai Tuhan, dan siap untuk dipakai besar oleh Tuhan. Keep On Burning.. (Easter)

Tuesday, May 18, 2010

Waktunya Memulihkan Identitas - part 2

Seorang Ayah mempunyai 2 orang anak, sang Ayah sangat mengasihi keduanya, si Sulung dan si Bungsu.
Si Sulung adalah orang yang sangat taat dan menghormati ayahnya, apa yang dikerjakannya selalu dilakukan untuk menyenangkan sang Ayah. Si Sulung tidak mau mendukakan dan mengecewakan sang Ayah.
Jadi si Bungsu selalu melakukan hal yang terbaik dari dirinya..

Berbeda dengan si Sulung, si Bungsu tidak menghormati Ayah seperti Sulung menghormati Ayahnya, tidak taat, hampir hampir tidak pernah perduli dengan apa yang sang Ayah inginkan. Yang dipikirkan si Bungsu hanya kepentingan dirinya, dirinya dan sekali lagi hanya dirinya.. *ckckckck
Suatu kali si Bungsu meminta seluruh harta warisan bagiannya, karna dia ingin pergi meninggalkan rumah, dan mencoba peruntungan nasibnya di kota lain. Sang Ayah mengingatkan, disini lebih baik dari pada di kota lain anak-Ku, disini semua yang kau butuhkan telah tersedia, tempat perlindungan, kasih sayang, dan semua yang terbaik telah ada untukmu.
Si Bungsu membantah sang Ayah, cukuplah ikut campur dalam hidupku, mulai sekarang biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri. Yang perlu Ayah lakukan hanya memberikan warisan yang menjadi bagianku, selanjutnya aku akan pergi, dan tidak akan merepotkan Ayah lagi. Dan bukankah masih ada Sulung yang akan menuruti semua kemauan Ayah ?
Sang Ayah tak mampu berkata- kata, telah dicobanya untuk menyadarkan Bungsu, tapi hati Bungsu telah menjadi keras karna ke-egoisannya. Dengan sedih hati sang Ayah membagikan bagian warisan ke pada si Bungsu, dan melepaskan kepergian si Bungsu.
Dengan hati menangis, sang Ayah melihat kepergian anaknya, dalam hati sang Ayah berharap, cepatlah pulang anak-Ku, Ayah menantimu di gerbang ini.

Mulailah si Bungsu melalui perjalanan hidupnya, tanpa sang Ayah.. Sendiri, atas pengertiannya sendiri, dengan hikmatnya sendiri. Tanpa sang Ayah tak banyak yang bisa dilakukan si Bungsu, yang dilakukannya hanya berfoya foya. Menyadari hartanya makin sedikit, si Bungsu mulai memutar otak mencari cara untuk melipatgandakan hartanya. Ditemukanlah cara instant yang bisa dilakukannya, menginvestasikan hartanya di meja Judi.. *sekali lagi dengan pengertian dan hikmatnya sendiri..
Tak ada hasil yang berarti yang didapat dari investasi di meja Judi, yang ada hanya kekalahan dan kekalahan, kehilangan, ketidakmujuran.. Hingga akhirnya habislah semua hartanya, bertepatan dengan musim paceklik yang datang di kota itu. Bahan Pangan menjadi mahal dan tidak terjangkau, bagi orang orang kecil, termasuk si Bungsu di dalamnya..
Celakala aku, kata si Bungsu, tak ada lagi harta padaku, dan musim paceklik datang, kemana aku pergi mencari perlindungan dan makanan. Si Bungsu mulai mencari teman temannya, tapi tak satu temannya mau menerimanya, hingga akhirnya si Bungsu memutuskan untuk mencari pekerjaan, apa saja asal bisa untuk tempat berlindung dan makan. Bekerjalah si Bungsu pada seorang Tuan tanah di kota itu, dan bekerja sebagai pekerja kasar.Saat sedang bekerja, teringatlah si Bungsu pada Ayahnya.. Teringat tentang perkataan Ayahnya, bahwa dirumahnya tersedia tempat berlindung, kasih sayang dan semua yang terbaik.
Tapi kemudian si Bungsu sadar, dia tidak lagi berhak atas semua itu, karna dia telah meninggalkan tempat itu.
Akhirnya si Bungsu memutuskan untuk kembali ke rumah, bukan sebagai anak Ayah, tapi sebagai pekerja.

Di kota asal si Bungsu, sang Ayah menanti nantikan kedatangan si Bungsu setiap harinya, dengan pandangan yang was was menanti sang anak pulang. Dari kejauhan dilihatnyalah si Bungsu pulang dalam keadaan lusuh tak terurus, sang Ayah segera berlari dan mendapatkan si Bungsu.
Si Bungsu yang melihat reaksi Ayah, terkejut dan berkata, Ayah aku telah bersalah terhadap Ayah, aku tak pantas lagi disebut anak Ayah, jadikanlah aku pekerjamu.
Tapi sang Ayah menyuruh pegawainya untuk menyiapkan pesta dan memakaikan pakaian dan cincin pada jarinya. Pesta ini berarti penyambutan kembali si Bungsu sebagai anak Ayah, memulihkan kembali identitas si Bungsu sebagai Anak Ayah..
Bagaimanapun namanya tetap si Bungsu, dan dia tetap anak Ayah.. ^^

Friday, May 14, 2010

Waktunya memulihkan Identitas ^^

Terinspirasi dr sebuah khotbah di Ibadah kenaikan Tuhan Yesus kmren..

Dimulai dengan kisah penindasan bangsa Israel oleh orang2 Midian, selama 7 tahun lamanya.
Bangsa Israel tinggal dalam ketakutan, kemelaratan, penindasan, dan kemiskinan tentunya.
Semua yang ditanam, semua yang diusahakan, dijarah dan dirampas paksa oleh bangsa Midian.
Semua hal tersebut membuat bangsa Israel berduka, dan berseru kepada Tuhan, untuk memintakan keadilan pada Tuhan, dan mengeluarkan mereka dari masa masa penindasan tersebut.
Tuhan, bukan tidak mendengar tapi Tuhan menantikan waktu yang terbaik untuk menunjukkan kuasaNya,
hingga akhirnya dipilihlah Gideon untuk melepaskan bangsa Israel dari penindasan Midian.
Datanglah Malaikat Tuhan pada Gideon, katanya "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani", seperti orang pada kebanyakan, Gideon meragukan perkataan Tuhan.
Gideon mulai berargumen dengan Malaikat Tuhan, berkata bahwa jika dia adalah pahlawan tidak mungkin semua hal buruk dan penindasan terjadi pada dirinya dan bangsanya.
Beruntung Gideon bukan seorang yang bodoh, dan terus mengasihani dirinya sendiri, sampai akhirnya Gideon menyadari bahwa Tuhan telah berfirman padanya, dan menyertai dia untuk mengalahkan semua bangsa Midian, dan melepaskan bangsa Israel dari penindasan.
Diakhir cerita, Gideon bersama 300 orang tentaranya berhasil memukul kalah bangsa Midian, hingga bangsa Israel mengakui Gideon sebagai pahlawan atas bangsa Israel. Bangsa Israel bahkan mengajukan Gideon dan seluruh keturunanya untuk menjadi hakim atas Israel.

Sudah melihat benang merahnya?? Belum?? Mari saya jelaskan.. :p
Hidup dalam kekristenan tidak melulu bicara soal berkat dan penyertaan Tuhan, ada saatnya dimana badai itu datang dan menerpa. Ada waktu dimana kita harus melewati lembah dan pergumulan dalam kehidupan kita.
Saya rasa semua orang non kristen juga mengalami masalah dalam hidupnya, benar kan?
Tapi bukan itu pointnya..
Pointnya adalah Siapa kita dimata Tuhan?? Sebagai anak anak Tuhan kita harus menyadari bahwa identitas kita adalah sebagai Pahlawan GAGAH BERANI.
Sebesar apa pun pergumulan dalam hidup, sadari satu hal bahwa kita adalah Pahlawan, dan Pahlawan hanya punya satu tujuan akhir, KEMENANGAN.
Mereka yang disebutkan Pahlawan dalam buku buku sejarah ataupun tokoh tokoh dunia, selalu mengakhiri pertempuranya dengan sebuah KEMENANGAN, bukan dengan sebuah Kekalahan atau putus asa.
Tuhan datang pada Gideon dan menyebut Gideon Pahlawan yang gagah berani, meskipun belum ada kemenangan yang diraih Gideon, namun perkataan Tuhan itulah yang mengingatkan Gideon bahwa dia adalah Pahlawan. Bersama dengan 300 orang, yang dulunya sama sama tidak punya harapan, sama sama tertindas, tapi sama sama dipulihkan identitasnya, dan sama sama meraih kemenangan mutlak.
Hadapi masalah dan pergumulan sebagai seorang Pahlwan gagah berani, tetap maju dan berperang, bertanding yang terbaik. Memberikan hasil terbaik dalam setiap peperangan, satu hal saya percaya, Tuhan itu tidak tertidur, tapi Dia menunggu waktu yang tepat, untuk memberikan KEMENANGAN MUTLAK bagi setiap pahlawan pahlawannya.
Satu lagi, Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2 Timotius 2:4
Artinya, pandanglah pada kemenangan didepan yang sudah disiapkan Tuhan bagi kita, bukan pada besar masalah dan pergumulan.
Setelah Identitas Gideon dipulihkan, Gideon tidak lagi melihat penindasan sebagai hal yang sulit dan menjadi bulan bulanan hidupnya, tapi Gideon mengarahkan pandangannya pada kemenangan yang telah Tuhan berikan padanya (ref hakim hakim 6 :16)
Setelah identitasmu dipulihkan, pandang kemenangan tersebut bersama Tuhan, karna Dia yang menyediakan kemenangan itu bagimu..

God Bless You aLL, and keep survive guyzz.. ^^

Created by : Cheerfull Easter

Friday, March 26, 2010

Now I'm 5th

Now i'm five years old..
Hei i'm a little baby..
My age just fifth.. ^^
fiuuhhh...
even I'm fifth but i had pass many things in my little world..

My first year..
the year that i had my little foodprints with Papa...
He hold my hands,
I cant run, just walk side by side with Him
oucchh.. sometimes theres sharp gravels on my journey..
Im bloody n hurt, but Papa pick me up in His shoulder..
He never leaf me alone..

The second year..
I'm learned to stand on my own feet,
trying to strong enough to stand by my self..
and there you are..
Im standing on my way, and Papa beside me..
When i get so excited, i trot and get fall down..
Papa help me to stand and remove my tears.. *so sweet..^^*

Pervect Number, third year..
you know what happend in third year??
yeahh... you're right..
solid food.. I must leard to eat it..
Not so good at the begining, and not to yummy too.. hehhehe..
But I know i must to take it, cuz its good for my milk teeth.. :D
I also learn to call him "Papa"..
*how sweet it sound?? :">*

Fourth year..
I've been stand on my feet, eat the solid food..
and now.. Papa let me walk alone..
Not realy alone, Papa's there but He only watching on me..
Im walk by my self, i eat by my self..
Often, Papa get anger on me..
When Papa get angry, I always said, "omigot.. Papa get anger. What should i do?? "
When Papa came, i only wincing at Him
He get me in His big arms, and start to telling me the truth..
I'm listen carefully on what He tell to me..
so I wouldn't repeat again..

Here I am, Fifth year..
wauww....
i can walk, i can eat, i can make Papa anger,
i can do alot...
get many many troubles this year..
sometimes i got so down, confuse, angry and grumble too (i had so many criticism bout this one..:p)
Papa still watching on me from His chair.
He waited until i cry out and call Him..
Papaa..... Help me pleasee... T_T
Papa came, and said, "Had learned this lesson??"
"Im sorry Papa" I answered


Now, here I am..
In my 5th years..
With many changes and mature for about five years leaft...
I'm five years old,
i'm a little baby,
n still a little baby girl in Papa's eyes..
Thanks Papa.. :D

Tuesday, February 9, 2010

Past Memories

hemm...
ingin kuhapuskan semua jejak dari masa lalu-ku..
ingin kulupakan semua jejak yang telah lalu..
berharap tidak pernah mengenal, berharap tidak pernah punya kenangan...
seandainya aku tak punya memorii..
tak ada yang perlu dikenang, tak perlu ada yang disimpan...
tapi semua sudah terlanjurr...
maka ijinkan aku mengajukan permohonan...
biarkan aku melupakan semua kenangan dan memori ini...
jika nanti bertemu..
kita tidak pernah kenal sebelumnyaa...










mengingatnya bisa sangat melukai-ku,
mengingatnya membuat seluruh tubuh-ku gemetar,
hingga tak kuasa menahannya,...
kuacuhkan semua ingatan ini..
sebenarnya bukan ini jalan terbaiknya..
tapi tak ada jalan lain yang bisa ditempuh selain melupakan semua..
semua kenangan, semua cerita, semua rasa..
terdengar menyedihkan dan memalukan, tapi apa adanya ...
karna mereka yang meminta demikian, bukan aku yang berkehendak..
mereka telah memutuskan menempuh jalan ini,
sebelum aku memilih jalan lain...

takkan ada kata MAAF untuk semuanya..

tertulis untuk seseorang dari masa lalu-ku..
mendadak merindukan, terlintas..
luka itu berdenyut kembali..
seakan tidak pernah sembuh..
tapi...
apa mungkin ada pertemuan kembali??
apa Tuhan merencanakannya untuk-ku??
Jika ya maka ijinkan aku mengenalnya sebagai seorang teman
Jika tidak akan jauh lebih baik...

Wednesday, January 27, 2010

Layaknya Meminjam Sebuah Buku

Layaknya meminjam sebuah buku..
Buku yang kupinjam seharusnya menjadi hak milik-ku selama beberapa waktu,
selama masa peminjaman belum habis tentunya.. ^^
Hak hak pemilik buku sewajarnya menjadi hak-ku juga... walau hanya selama masa peminjaman..
Apa yg terjadi pada buku yang aku pinjam itu menjadi tanggung jawabku..
Mau buku itu aku baca, ato cuman aku jadikan kipas, ya terserah aku..
Mau buku itu aku rawat ato aku lempar ke tong sampah juga terserah aku kan??
Walaupun aku sudah pnya perjanjian dg persewaan buku untuk menjaga baik baik buku itu,
tapi aku tetep punya hak untuk memperlakukan buku itu menurut yang terbaik bagiku...
Entah buku itu kusayangi bahkan sampe ku bawa tidur ato kucuekin sampe tak terurus, suka suka aku..
Toh jika menurut persewaan buku aku merusak buku tersebut,
aku siap menerima resikonya, entah disuruh membayar denda, ato mengganti yang baru.
Toh apa yang ku lakukan sudah tahu semua perjanjian dan sanksinya..
Asal aku mau bertanggung jawab dan membayar semua denda dan sanksi  yang ditetapkan, masalah dianggap selesai kan??
Dianggap buku itu sudah kembali ke pemiliknya, persewaan buku. Betul kan??
Seandainya ada hal yang bisa disamakan dengan "meminjam buku" di dunia ini, selain meminjam buku itu sendiri tentunya...

Bagaiman dengan meminjam seseorang??
meminjam teman, meminjam sahabat, meminjam ayah ibu, ato bahkan meminjam kekasih hati..
Apa bisa disamakan??
Seandainya bisa tentu sangat menyenangkan... hehehhehe...
akan kubuat seseorang itu menjadi milik ku, dan memberi pemiliknya seseorang yang baru... hahahhahaa... :))
ngawurr ya kesanne..
tapi apa iya bisa dilakukan??
masih menjadi pertanyaan hingga saat ini... @.@

My Facebook ~ by : GIGI ~

Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba
Bekas kekasih yang lama hilang
Satu dari kekasih yang terbaik

Mungkin waktu yang ku persalahkan
Mungkin saja keadaan yang salah
Terpikir hati untuk mendua
Tapi nurani tak bisa mendua
[*]
Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Ku hanya bisa membagi cerita nostalgia
[**]
Cuma itu yang ku berikan
Cuma itu yang ku bisa persembahkan
Karna aku ada yang punya
Tapi separuh hati ini untukmu
Ku bisa saja putuskan dia
Ku bisa menutup semua cintaku
Tapi apakah kau pun setuju
Menyakiti seorang manusia
Back to [*][**]
Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Back to [**]
Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba hmmm