Sunday, March 11, 2012

Chronicles of Narnia : Prince Caspian

If you any braver, you will be a Lioness -Narnia-

Semua pasti perna mendengar The Chronicles of Narnia. Cerita Narnia adalah cerita fantasi favorite, meskipun ga sempat baca bukunya, tapi dengan menonton filmnya, sangat merasa terberkati, dan memetik banyak pelajaran. Banyak orang meremehkan film fantasi, dianggap hanya sekedar khayalan. Yeahh mungkin beberapa benar, tapi menyangsikan hal itu untuk film ini.
Hari ini secara tidak sengaja, nonton The Chronicles of Narnia : Prince Caspian lagi.. Yep lagi, karna perna nonton sebelumnya.
Banyak hal yg dipelajari hari ini. Banyak hal yang mengena di hati... Tergerak untuk membagikannya.. 

Lucy meet Aslan, and ask for help
Lucy : Why you dont show your self to the other? Why you dont help us with roar like last time? 
Hati lucy yang lembut dan tulus selayaknya anak kecil seusianya, membawa dia dituntun pada rasa percaya-nya untuk dapat bertemu dengan Aslan. Percayalah Lucy tak perna tau kemana dia harus pergi, yang dia tau dia harus kembali ke hutan untuk menemukan Aslan, di tempat dia bertemu Aslan untuk pertama kalinya, namun belas kasihan menggerakkan Aslan untuk segera menemukan Lucy. Lihat.. Karna belas kasihan Aslan tergerak untuk segera menemukan Lucy. Kenapa saya katakan bahwa Aslan yang tergerak untuk menemukan Lucy? seperti yang saya katakan Lucy tidak benar benar tau dimana Aslan berada, dia hanya memacu kudanya kencang untuk segera menemukan Aslan, tapi belas kasihan menggerakkan Aslan untuk menemukan Lucy lebih dulu. Demikian juga Tuhan, akan menemukan kita terlebih dahulu, bukan karna Dia tau kita sedang mencarinya, namun karna Belas kasih-Nya kepada kita. Pertolongannya tidak perna terlambat.

Aslan : Thing will happen in same way for twice. - hal yang sama tidak akan terjadi untuk ke-2 kalinya - We never know what will happen next.
Aslan mengajarkan Lucy untuk tidak menginginkan hal yang sama terjadi 2x. Pengorbanan hanya akan terjadi 1x dan selanjutnya Aslan akan menolong dengan cara-Nya, dimana tidak Lucy, Peter, Susan dan Edmund tidak akan tau apa yang sedang Aslan rancangkan bagi peperangan mereka. Yang perlu Kings - Queens Narnia yakini bahwa, selalu ada harapan saat mereka percaya, dan berusaha.
"Expect much bigger as Aslan (GOD) is with us"

Di akhir cerita, Kings - Queens of Narnia harus kembali ke dunia asal mereka. Terutama untuk Peter, dan Susan. Usia yang semakin bertambah, kedewasaan dan kematangan secara mental karakter dan rohani, membuat mereka tidak lagi bisa kembali ke negeri Narnia. Namun banyak hal yang telah mereka pelajari selama perjalanan dan kehidupan di Narnia.

Peter : Our time is running out, we will back to our world. Me and Susan will never come back to Narnia, but Lucy and Edmund will back here someday.
Bukan Aslan tidak lagi menginginkan Peter ataupun Susan, namun Aslan tau kapan waktu yang tepat untuk memindahkan mereka ke dunia nyata, dunia mereka sebenarnya. Aslan menilai pelayanan dan pengabdian kepada Narnia dan kepada Aslan telah dilakukan dengan maksimal, dengan menjaga kepercayaan mereka kepada Aslan -meskipun Peter hampir gagal-, dan mengusahakan segala hal untuk Narnia. Saatnya bagi Peter dan Susan untuk melakukan hal yang lebih besar, berbekal apa yang telah mereka pelajari di Narnia. Waktu berganti dengan begitu cepat dan tidak terasa. Apakah yang telah kita perbuat? Adakah yang telah kita pelajari? Semoga jawabannya adalah ada. Kita tidak perna tau kita akan berapa lama berada dalam sebuah level fase perjalanan hidup, namun akan ada waktunya untuk kita 'pergi' dan menuju ke level yang lebih lagi. Pergi bisa berarti perpisahan, tapi bukan berarti tidak ada pertemuan kembali. Pergi dapat diartikan secara harafiah, ya Pergi meninggalkan. Meninggalkan apa saja yang mungkin harus kita tinggalkan, tidak ada yang tau. Sadari bahwa setiap kita, di level dan posisi kita sekarang mempunyai tugas dan kewajibannya masing-masing. Biar setiap kita melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Pastikan saat tiba waktunya untuk pergi, tugas dan kewajiban kita selesai dilakukan, dan kita siap untuk pergi, dan menyongsong sesuatu yang baru dengan membawa bekal dari apa yang telah kita pelajari di fase sebelumnya.



Written by : Cheerful Easter