Thursday, July 14, 2011

Mom's Worries

Malam ini, aq pulang aga terlambat, bukan karna disengaja, karna harus memberi les privat. Tapi hari ini aga berbeda, mama tiba tiba saja menelpon dan menanyakan posisiku dimana. Bagiku itu tdk biasa, karna mama seharusnya tau jadwal les privat-q. Cepat cepat kusudahi les private itu dan aq pulang ke rumah, karna dari nada bicara mama ada yg berbeda. Sesampainya dirumah aq bertanya ada apa, sampai menelpon. Mama menjawab dengan nada aga marah, wekss.. ada apa gerangan?? *wondering*
Aku sengaja keluar dulu, meletakkan tas dan kembali ke kamar mama. Sambil membersihkan muka, aq bertanya pada mama, ada apa? Mama menceritakan kisah tentang anak guru agamaku sewaktu di SD, yang juga adalah teman guru mama di sekolah. Kebetulan kejadiannya baru tadi pagi, ceritanya anak perempuan guru agamaku ini baru saja meninggal pagi ini, di lokasi yang jelas ga ada hubungannya dengan tempat kerja anaknya. Anaknya kerja di daerah surabaya pusat, dan lokasi kejadian ada di daerah gresik. Menurut cerita si anak gadis bilang akan berangkat kerja pagi itu, jam 5 pagi bok berangkatnya.. Namun itu jadi perjalanan terakhirnya ternyata. Saat ortunya tau anaknya meninggal dijalan yang jelas jelas jauh dari tempat kerjanya, tentunya orang tua merasa aneh, apa yang dilakukan anaknya disana?? No one know, tidak ada yang tau apa yang dilakukannya disana, mau kemana dia, dan bagaimana ceritanya dia bisa sampai disana, hingga dia masuk ke tanah lahatnya. Mama bercerita, guru SD ku itu terus menangis, karna sedihnya. Ya mama mana yg ga sedih, harus berpisah dg anak gadis satu satunya dengan cara yang sangat tiba tiba dan tidak disangka sangka. Hemm.. trenyuh juga mendengar critanya. Saat aq mendengar ceritanya tentu menyedihkan, disamping dari cerita yang belum jelas semuanya, ditambah cerita mengenai kondisi wajahnya yang hampir tidak berupa, jait sana jait sini.. *haiss.. I cant imagine that..
Mungkin hingga malam ini, semua masih menjadi tanda tanya bagi pihak keluarganya.. But, I learn much things.

1. Never lies where you will go.
Jangan pernah berbohong kemana kmu akan pergi, ke rumah teman, ke mall, kemana saja, jgn perna menyembunyikan itu. Karna jika hal seperti yang kuceritakan diatas terjadi padamu, pikirkan bagaimana perasaan orang tua yang binggung mencari jawaban bagaimana si anak bisa sampe ada disana, apa yang membawa nya kesana, dsb dsb.. Terkadang kita ga menyadari kebohongan sederhana tersebut, ternyata bisa membawa suatu kebiasaan yang buruk, bahkan akibat yang buruk. Bisa dibilang aq juga perna terlibat dg hal seperti ini, karna mgkin tahu org rumah tdk akan mengijinkan, aq pamit dg hanya mengatakan pergi dg teman, dan *puji Tuhan* selalu pulang dengan selamat. Namun mendengar cerita ini mengajarkanku bahwa, terkadang Tuhan tidak memberikan pelajaran lewat apa yang kita lakukan, namun memberikan contoh lewat buah yang orang lain lakukan.Mungkin buah buruk dr apa yg kita lakukan blm matang, sehingga hal buruk tdk terjadi pada kita meskipun kerap kali kita melakukannya, tapi jangan tunggu sampai buah itu benar benar menjadi matang, atau keburukan yang tidak perna kita bayangkan akan terjadi di dalam hidup kita.

2. Mom ask = Mom worry
Yepp... Sepanjang mama cerita td, selalu terselip nada nada kekhawatiran didalamnya, makanya kmu klo pulang telat itu bilang, mau kemana dulu, pulang telat itu kasih kabar.. *I'm a big girl*, tentu itu yang selalu muncul dipikiran kita, tapi untuk mama, kita tetap adalah anak anak tercintanya, yang tentu sangat sangat dikhawatirkannya. Jangan merasa risih saat mamamu menelpon dan bertanya kau dimana, bukan berarti kmu masi anak ingusan, but she really care about your safety. Terkadang aq jg masi suka menggerutu karna 'kecerewetan' mama, tapi aq sadar itu bentuk kekhawatirannya. Khawatir aq kenapa kenapa, khawatir aq g bs masak, khawatir aq g bs jd istri yang baek la, khawatir aq g pnya masa depan yang cerah la.. semua jd kekhawatirannya.. hehhehee..

3. Mom never ask >< Mom no worries
Mama ga perna nanya? bukan karna dia ga peduli, tapi kesabarannya uda diambang batas sodara... Mau marahin anak-e, cm dianggap angin lalu, makanya dia diam. Tapi diamnya bukan berarti mama ga tau kita kemana, mama bertanya ke orang sekitar kita. Kemana kita pergi, apa yang kita alami, apa yang kita rasakan. Perna ga, tiba tiba mama menasehati kita ttg apa yang menjadi permasalahan kita? Pasti pernah, lantas dari mana mama tau? katakan saja Tuhan yang memberitahukannya pada mama. hehhehe.. :) Karna itu, jangan berdiam diri dengan mama, dan orang rumah jg tentunya. Komunikasikan semua dirumah, karna tidak ada tempat ternyaman di dunia ini selain di tempat yang disebut rumah.. :) Dirumah semua rahasiamu aman terjaga.

Di akhir tulisan inim aq ingin menyampaikan Thanks for all worries which keep me safe, being a mother is not easy as we think.. Dan untuk semua mama, calon mama, ataupun yang telah menjadi mama dari mama, sungguh bersyukur Tuhan menciptakan kalian dengan posisi mama, karna kalian lah yang menjagai penerus generasi.. Never regret to being a lady.. :) Thanks mom.. *Love u much..

Created by : Cheerful Easter

Thursday, July 7, 2011

Emotional Quotation

SUCCESS = 20% IQ + 80% EQ , EQ = ?? 
AOG-ers, pernah ga berpikir apa yang menyebabkan seseorang bisa menjadi berhasil dalam kehidupannyaa?? Apakah seseorang dengan title Professor adalah orang yang berhasil? Atau seorang Pemimpin Negara bisa dikatakan sebagai seorang yang berhasil dalam kehidupannya? Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence menyatakan bahwa kontribusi IQ dalam keberhasilan seseorang hanya sekitar 20%. Lalu sisanya?? 80% sisanya ditentukan oleh serumpun faktor faktor yang disebut dengan Kecerdasan Emosional. Kecerdasan Emosional atau lebih dikenal dengan Emotional Quotation (EQ) adalah kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi, termasuk di dalamnya kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain. Itulah sebabnya untuk dapat berhubungan baik dengan orang lain, kita memerlukan kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi diri kita dan orang lain secara baik. EQ bukan merupakan bakat, namun aspek emosi dalam diri kita yang bisa dikembangkan dan dilatih. Setiap kita dianugrahi oleh Tuhan kecerdasan emosi, tinggal sejauh mana kita akan mengembangkannya.

EQ MAXIMAZER
Kita tahu bahwa resep peluang sukses lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosi seseorang, tentunya itu membuat AOG-ers ingin belajar dan mengembangkan EQ masing masing supaya bisa meraih kesuksesan di masa depan. Perlu AOG-ers ketahui seseorang yang cerdas secara emosi bukan hanya memiliki emosi atau perasaan, tetapi juga memahami artinya. Emosi atau yang biasa dikenal ‘mood’ muncul karna peristiwa yang terjadi dan proses dalam kehidupan kita. Maka dari itu, tak jarang kita bisa memahami perasaan yang dialami oleh orang lain, mungkin karna pernah mengalami peristiwa yang sama atau berada di posisi yang sama dengan orang tersebut.
Ada 5 unsur yang perlu dimaksimalkan untuk bisa menjadikan kita cerdas secara emosi :
1.      1. Memahami emosi sendiri.
Pada tahap ini kita belajar untuk memahami penyebab timbulnya emosi yang sedang kita alami. Emosi yang muncul berbagai macam penyebabnya, salah satunya adalah tekanan yang ada dalam kehidupan kita melalui kejadian yang terjadi dalam keseharian kita. Namun sering kali kita tidak menyadari kejadian apa yang menyebabkan emosi itu muncul. Setelah kita mengetahui penyebab emosi tadi, tentu akan lebih mudah bagi kita untuk dapat mengontrol emosi tersebut.
2.   2  Mengelola emosi sendiri
Di tahap ini, AOG-ers akan belajar untuk “menahan diri” atas apa yang AOG-ers inginkan. Bukan berarti menekan perasaan, namun lebih memilih untuk menunggu bersabar dan menukar rasa “tidak nyaman” ini dengan sukacita yang lebih besar dimasa yang akan datang. Di tahap ini pula orang orang dengan sifat “moody” berusaha lebih keras untuk bisa mengelola emosinya dengan baik, agar tetap bisa bersemangat dalam situasi yang menghadang dan tahu cara menenangkan diri.
3.   3  Memotivasi diri sendiri
Ada banyak cara untuk bisa memotivasi diri sendiri antara lain dengan membaca buku ataupun artikel positif, “selftalk”. Selain itu tetap fokus pada impian dan tidak lupa untuk mengevaluasi diri.
4.   4  Memahami emosi orang lain
Menyadari dan menghargai perasaan orang lain juga merupakan bagian yang penting dalam kecerdasan emosi. Dalam tahap ini kita belajar berempati dengan orang lain, berusaha memposisikan diri kita sebagai orang lain, dan memahami emosi orang lain. Keuntungan dari berempati memberi kita banyak pilihan dalam menentukan sikap dan peluang untuk membangun hubungan baik dengan orang lain.
5.   5  Mampu membina hubungan sosial
Memiliki perhatian mendasar terhadap orang lain. Tahap ini dekat kaitannya dengan penerimaan diri seseorang. Saat seseorang bisa menerima dirinya sebagaimana adanya dia, maka orang disekitarnya akan nyaman berhubungan dekat dengannya. Orang dengan penerimaan diri tidak memerlukan pembuktian apapun, bahagia dan puas dengan apa yang ada padanya. Selain penerimaan diri sendiri, tentunya penerimaan yang baik dari lingkungan juga mempengaruhi hubungan sosial kita. Jika orang-orang disekitar kita mampu menerima diri kita, maka kita mampu membina hubungan sosial yang baik.
Bukan hal yang sulit bukan untuk bisa memaksimalkan EQ kita, karna semuanya terkait dengan kehidupan sehari hari. Saat kita mau dibentuk dengan gesekan dan tekanan yang ada, baik dari dalam maupun luar kehidupan kita, sebenarnya itu telah membantu kita untuk bisa memaksimalkan kecerdasan emosi kita.