Seorang Ayah mempunyai 2 orang anak, sang Ayah sangat mengasihi keduanya, si Sulung dan si Bungsu.
Si Sulung adalah orang yang sangat taat dan menghormati ayahnya, apa yang dikerjakannya selalu dilakukan untuk menyenangkan sang Ayah. Si Sulung tidak mau mendukakan dan mengecewakan sang Ayah.
Jadi si Bungsu selalu melakukan hal yang terbaik dari dirinya..
Berbeda dengan si Sulung, si Bungsu tidak menghormati Ayah seperti Sulung menghormati Ayahnya, tidak taat, hampir hampir tidak pernah perduli dengan apa yang sang Ayah inginkan. Yang dipikirkan si Bungsu hanya kepentingan dirinya, dirinya dan sekali lagi hanya dirinya.. *ckckckck
Suatu kali si Bungsu meminta seluruh harta warisan bagiannya, karna dia ingin pergi meninggalkan rumah, dan mencoba peruntungan nasibnya di kota lain. Sang Ayah mengingatkan, disini lebih baik dari pada di kota lain anak-Ku, disini semua yang kau butuhkan telah tersedia, tempat perlindungan, kasih sayang, dan semua yang terbaik telah ada untukmu.
Si Bungsu membantah sang Ayah, cukuplah ikut campur dalam hidupku, mulai sekarang biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri. Yang perlu Ayah lakukan hanya memberikan warisan yang menjadi bagianku, selanjutnya aku akan pergi, dan tidak akan merepotkan Ayah lagi. Dan bukankah masih ada Sulung yang akan menuruti semua kemauan Ayah ?
Sang Ayah tak mampu berkata- kata, telah dicobanya untuk menyadarkan Bungsu, tapi hati Bungsu telah menjadi keras karna ke-egoisannya. Dengan sedih hati sang Ayah membagikan bagian warisan ke pada si Bungsu, dan melepaskan kepergian si Bungsu.
Dengan hati menangis, sang Ayah melihat kepergian anaknya, dalam hati sang Ayah berharap, cepatlah pulang anak-Ku, Ayah menantimu di gerbang ini.
Mulailah si Bungsu melalui perjalanan hidupnya, tanpa sang Ayah.. Sendiri, atas pengertiannya sendiri, dengan hikmatnya sendiri. Tanpa sang Ayah tak banyak yang bisa dilakukan si Bungsu, yang dilakukannya hanya berfoya foya. Menyadari hartanya makin sedikit, si Bungsu mulai memutar otak mencari cara untuk melipatgandakan hartanya. Ditemukanlah cara instant yang bisa dilakukannya, menginvestasikan hartanya di meja Judi.. *sekali lagi dengan pengertian dan hikmatnya sendiri..
Tak ada hasil yang berarti yang didapat dari investasi di meja Judi, yang ada hanya kekalahan dan kekalahan, kehilangan, ketidakmujuran.. Hingga akhirnya habislah semua hartanya, bertepatan dengan musim paceklik yang datang di kota itu. Bahan Pangan menjadi mahal dan tidak terjangkau, bagi orang orang kecil, termasuk si Bungsu di dalamnya..
Celakala aku, kata si Bungsu, tak ada lagi harta padaku, dan musim paceklik datang, kemana aku pergi mencari perlindungan dan makanan. Si Bungsu mulai mencari teman temannya, tapi tak satu temannya mau menerimanya, hingga akhirnya si Bungsu memutuskan untuk mencari pekerjaan, apa saja asal bisa untuk tempat berlindung dan makan. Bekerjalah si Bungsu pada seorang Tuan tanah di kota itu, dan bekerja sebagai pekerja kasar.Saat sedang bekerja, teringatlah si Bungsu pada Ayahnya.. Teringat tentang perkataan Ayahnya, bahwa dirumahnya tersedia tempat berlindung, kasih sayang dan semua yang terbaik.
Tapi kemudian si Bungsu sadar, dia tidak lagi berhak atas semua itu, karna dia telah meninggalkan tempat itu.
Akhirnya si Bungsu memutuskan untuk kembali ke rumah, bukan sebagai anak Ayah, tapi sebagai pekerja.
Di kota asal si Bungsu, sang Ayah menanti nantikan kedatangan si Bungsu setiap harinya, dengan pandangan yang was was menanti sang anak pulang. Dari kejauhan dilihatnyalah si Bungsu pulang dalam keadaan lusuh tak terurus, sang Ayah segera berlari dan mendapatkan si Bungsu.
Si Bungsu yang melihat reaksi Ayah, terkejut dan berkata, Ayah aku telah bersalah terhadap Ayah, aku tak pantas lagi disebut anak Ayah, jadikanlah aku pekerjamu.
Tapi sang Ayah menyuruh pegawainya untuk menyiapkan pesta dan memakaikan pakaian dan cincin pada jarinya. Pesta ini berarti penyambutan kembali si Bungsu sebagai anak Ayah, memulihkan kembali identitas si Bungsu sebagai Anak Ayah..
Bagaimanapun namanya tetap si Bungsu, dan dia tetap anak Ayah.. ^^
Tuesday, May 18, 2010
Friday, May 14, 2010
Waktunya memulihkan Identitas ^^
Terinspirasi dr sebuah khotbah di Ibadah kenaikan Tuhan Yesus kmren..
Dimulai dengan kisah penindasan bangsa Israel oleh orang2 Midian, selama 7 tahun lamanya.
Bangsa Israel tinggal dalam ketakutan, kemelaratan, penindasan, dan kemiskinan tentunya.
Semua yang ditanam, semua yang diusahakan, dijarah dan dirampas paksa oleh bangsa Midian.
Semua hal tersebut membuat bangsa Israel berduka, dan berseru kepada Tuhan, untuk memintakan keadilan pada Tuhan, dan mengeluarkan mereka dari masa masa penindasan tersebut.
Tuhan, bukan tidak mendengar tapi Tuhan menantikan waktu yang terbaik untuk menunjukkan kuasaNya,
hingga akhirnya dipilihlah Gideon untuk melepaskan bangsa Israel dari penindasan Midian.
Datanglah Malaikat Tuhan pada Gideon, katanya "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani", seperti orang pada kebanyakan, Gideon meragukan perkataan Tuhan.
Gideon mulai berargumen dengan Malaikat Tuhan, berkata bahwa jika dia adalah pahlawan tidak mungkin semua hal buruk dan penindasan terjadi pada dirinya dan bangsanya.
Beruntung Gideon bukan seorang yang bodoh, dan terus mengasihani dirinya sendiri, sampai akhirnya Gideon menyadari bahwa Tuhan telah berfirman padanya, dan menyertai dia untuk mengalahkan semua bangsa Midian, dan melepaskan bangsa Israel dari penindasan.
Diakhir cerita, Gideon bersama 300 orang tentaranya berhasil memukul kalah bangsa Midian, hingga bangsa Israel mengakui Gideon sebagai pahlawan atas bangsa Israel. Bangsa Israel bahkan mengajukan Gideon dan seluruh keturunanya untuk menjadi hakim atas Israel.
Sudah melihat benang merahnya?? Belum?? Mari saya jelaskan.. :p
Hidup dalam kekristenan tidak melulu bicara soal berkat dan penyertaan Tuhan, ada saatnya dimana badai itu datang dan menerpa. Ada waktu dimana kita harus melewati lembah dan pergumulan dalam kehidupan kita.
Saya rasa semua orang non kristen juga mengalami masalah dalam hidupnya, benar kan?
Tapi bukan itu pointnya..
Pointnya adalah Siapa kita dimata Tuhan?? Sebagai anak anak Tuhan kita harus menyadari bahwa identitas kita adalah sebagai Pahlawan GAGAH BERANI.
Sebesar apa pun pergumulan dalam hidup, sadari satu hal bahwa kita adalah Pahlawan, dan Pahlawan hanya punya satu tujuan akhir, KEMENANGAN.
Mereka yang disebutkan Pahlawan dalam buku buku sejarah ataupun tokoh tokoh dunia, selalu mengakhiri pertempuranya dengan sebuah KEMENANGAN, bukan dengan sebuah Kekalahan atau putus asa.
Tuhan datang pada Gideon dan menyebut Gideon Pahlawan yang gagah berani, meskipun belum ada kemenangan yang diraih Gideon, namun perkataan Tuhan itulah yang mengingatkan Gideon bahwa dia adalah Pahlawan. Bersama dengan 300 orang, yang dulunya sama sama tidak punya harapan, sama sama tertindas, tapi sama sama dipulihkan identitasnya, dan sama sama meraih kemenangan mutlak.
Hadapi masalah dan pergumulan sebagai seorang Pahlwan gagah berani, tetap maju dan berperang, bertanding yang terbaik. Memberikan hasil terbaik dalam setiap peperangan, satu hal saya percaya, Tuhan itu tidak tertidur, tapi Dia menunggu waktu yang tepat, untuk memberikan KEMENANGAN MUTLAK bagi setiap pahlawan pahlawannya.
Satu lagi, Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2 Timotius 2:4
Artinya, pandanglah pada kemenangan didepan yang sudah disiapkan Tuhan bagi kita, bukan pada besar masalah dan pergumulan.
Setelah Identitas Gideon dipulihkan, Gideon tidak lagi melihat penindasan sebagai hal yang sulit dan menjadi bulan bulanan hidupnya, tapi Gideon mengarahkan pandangannya pada kemenangan yang telah Tuhan berikan padanya (ref hakim hakim 6 :16)
Setelah identitasmu dipulihkan, pandang kemenangan tersebut bersama Tuhan, karna Dia yang menyediakan kemenangan itu bagimu..
God Bless You aLL, and keep survive guyzz.. ^^
Created by : Cheerfull Easter
Dimulai dengan kisah penindasan bangsa Israel oleh orang2 Midian, selama 7 tahun lamanya.
Bangsa Israel tinggal dalam ketakutan, kemelaratan, penindasan, dan kemiskinan tentunya.
Semua yang ditanam, semua yang diusahakan, dijarah dan dirampas paksa oleh bangsa Midian.
Semua hal tersebut membuat bangsa Israel berduka, dan berseru kepada Tuhan, untuk memintakan keadilan pada Tuhan, dan mengeluarkan mereka dari masa masa penindasan tersebut.
Tuhan, bukan tidak mendengar tapi Tuhan menantikan waktu yang terbaik untuk menunjukkan kuasaNya,
hingga akhirnya dipilihlah Gideon untuk melepaskan bangsa Israel dari penindasan Midian.
Datanglah Malaikat Tuhan pada Gideon, katanya "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani", seperti orang pada kebanyakan, Gideon meragukan perkataan Tuhan.
Gideon mulai berargumen dengan Malaikat Tuhan, berkata bahwa jika dia adalah pahlawan tidak mungkin semua hal buruk dan penindasan terjadi pada dirinya dan bangsanya.
Beruntung Gideon bukan seorang yang bodoh, dan terus mengasihani dirinya sendiri, sampai akhirnya Gideon menyadari bahwa Tuhan telah berfirman padanya, dan menyertai dia untuk mengalahkan semua bangsa Midian, dan melepaskan bangsa Israel dari penindasan.
Diakhir cerita, Gideon bersama 300 orang tentaranya berhasil memukul kalah bangsa Midian, hingga bangsa Israel mengakui Gideon sebagai pahlawan atas bangsa Israel. Bangsa Israel bahkan mengajukan Gideon dan seluruh keturunanya untuk menjadi hakim atas Israel.
Sudah melihat benang merahnya?? Belum?? Mari saya jelaskan.. :p
Hidup dalam kekristenan tidak melulu bicara soal berkat dan penyertaan Tuhan, ada saatnya dimana badai itu datang dan menerpa. Ada waktu dimana kita harus melewati lembah dan pergumulan dalam kehidupan kita.
Saya rasa semua orang non kristen juga mengalami masalah dalam hidupnya, benar kan?
Tapi bukan itu pointnya..
Pointnya adalah Siapa kita dimata Tuhan?? Sebagai anak anak Tuhan kita harus menyadari bahwa identitas kita adalah sebagai Pahlawan GAGAH BERANI.
Sebesar apa pun pergumulan dalam hidup, sadari satu hal bahwa kita adalah Pahlawan, dan Pahlawan hanya punya satu tujuan akhir, KEMENANGAN.
Mereka yang disebutkan Pahlawan dalam buku buku sejarah ataupun tokoh tokoh dunia, selalu mengakhiri pertempuranya dengan sebuah KEMENANGAN, bukan dengan sebuah Kekalahan atau putus asa.
Tuhan datang pada Gideon dan menyebut Gideon Pahlawan yang gagah berani, meskipun belum ada kemenangan yang diraih Gideon, namun perkataan Tuhan itulah yang mengingatkan Gideon bahwa dia adalah Pahlawan. Bersama dengan 300 orang, yang dulunya sama sama tidak punya harapan, sama sama tertindas, tapi sama sama dipulihkan identitasnya, dan sama sama meraih kemenangan mutlak.
Hadapi masalah dan pergumulan sebagai seorang Pahlwan gagah berani, tetap maju dan berperang, bertanding yang terbaik. Memberikan hasil terbaik dalam setiap peperangan, satu hal saya percaya, Tuhan itu tidak tertidur, tapi Dia menunggu waktu yang tepat, untuk memberikan KEMENANGAN MUTLAK bagi setiap pahlawan pahlawannya.
Satu lagi, Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2 Timotius 2:4
Artinya, pandanglah pada kemenangan didepan yang sudah disiapkan Tuhan bagi kita, bukan pada besar masalah dan pergumulan.
Setelah Identitas Gideon dipulihkan, Gideon tidak lagi melihat penindasan sebagai hal yang sulit dan menjadi bulan bulanan hidupnya, tapi Gideon mengarahkan pandangannya pada kemenangan yang telah Tuhan berikan padanya (ref hakim hakim 6 :16)
Setelah identitasmu dipulihkan, pandang kemenangan tersebut bersama Tuhan, karna Dia yang menyediakan kemenangan itu bagimu..
God Bless You aLL, and keep survive guyzz.. ^^
Created by : Cheerfull Easter
Subscribe to:
Comments (Atom)