Thursday, July 7, 2011

Emotional Quotation

SUCCESS = 20% IQ + 80% EQ , EQ = ?? 
AOG-ers, pernah ga berpikir apa yang menyebabkan seseorang bisa menjadi berhasil dalam kehidupannyaa?? Apakah seseorang dengan title Professor adalah orang yang berhasil? Atau seorang Pemimpin Negara bisa dikatakan sebagai seorang yang berhasil dalam kehidupannya? Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence menyatakan bahwa kontribusi IQ dalam keberhasilan seseorang hanya sekitar 20%. Lalu sisanya?? 80% sisanya ditentukan oleh serumpun faktor faktor yang disebut dengan Kecerdasan Emosional. Kecerdasan Emosional atau lebih dikenal dengan Emotional Quotation (EQ) adalah kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi, termasuk di dalamnya kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain. Itulah sebabnya untuk dapat berhubungan baik dengan orang lain, kita memerlukan kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi diri kita dan orang lain secara baik. EQ bukan merupakan bakat, namun aspek emosi dalam diri kita yang bisa dikembangkan dan dilatih. Setiap kita dianugrahi oleh Tuhan kecerdasan emosi, tinggal sejauh mana kita akan mengembangkannya.

EQ MAXIMAZER
Kita tahu bahwa resep peluang sukses lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosi seseorang, tentunya itu membuat AOG-ers ingin belajar dan mengembangkan EQ masing masing supaya bisa meraih kesuksesan di masa depan. Perlu AOG-ers ketahui seseorang yang cerdas secara emosi bukan hanya memiliki emosi atau perasaan, tetapi juga memahami artinya. Emosi atau yang biasa dikenal ‘mood’ muncul karna peristiwa yang terjadi dan proses dalam kehidupan kita. Maka dari itu, tak jarang kita bisa memahami perasaan yang dialami oleh orang lain, mungkin karna pernah mengalami peristiwa yang sama atau berada di posisi yang sama dengan orang tersebut.
Ada 5 unsur yang perlu dimaksimalkan untuk bisa menjadikan kita cerdas secara emosi :
1.      1. Memahami emosi sendiri.
Pada tahap ini kita belajar untuk memahami penyebab timbulnya emosi yang sedang kita alami. Emosi yang muncul berbagai macam penyebabnya, salah satunya adalah tekanan yang ada dalam kehidupan kita melalui kejadian yang terjadi dalam keseharian kita. Namun sering kali kita tidak menyadari kejadian apa yang menyebabkan emosi itu muncul. Setelah kita mengetahui penyebab emosi tadi, tentu akan lebih mudah bagi kita untuk dapat mengontrol emosi tersebut.
2.   2  Mengelola emosi sendiri
Di tahap ini, AOG-ers akan belajar untuk “menahan diri” atas apa yang AOG-ers inginkan. Bukan berarti menekan perasaan, namun lebih memilih untuk menunggu bersabar dan menukar rasa “tidak nyaman” ini dengan sukacita yang lebih besar dimasa yang akan datang. Di tahap ini pula orang orang dengan sifat “moody” berusaha lebih keras untuk bisa mengelola emosinya dengan baik, agar tetap bisa bersemangat dalam situasi yang menghadang dan tahu cara menenangkan diri.
3.   3  Memotivasi diri sendiri
Ada banyak cara untuk bisa memotivasi diri sendiri antara lain dengan membaca buku ataupun artikel positif, “selftalk”. Selain itu tetap fokus pada impian dan tidak lupa untuk mengevaluasi diri.
4.   4  Memahami emosi orang lain
Menyadari dan menghargai perasaan orang lain juga merupakan bagian yang penting dalam kecerdasan emosi. Dalam tahap ini kita belajar berempati dengan orang lain, berusaha memposisikan diri kita sebagai orang lain, dan memahami emosi orang lain. Keuntungan dari berempati memberi kita banyak pilihan dalam menentukan sikap dan peluang untuk membangun hubungan baik dengan orang lain.
5.   5  Mampu membina hubungan sosial
Memiliki perhatian mendasar terhadap orang lain. Tahap ini dekat kaitannya dengan penerimaan diri seseorang. Saat seseorang bisa menerima dirinya sebagaimana adanya dia, maka orang disekitarnya akan nyaman berhubungan dekat dengannya. Orang dengan penerimaan diri tidak memerlukan pembuktian apapun, bahagia dan puas dengan apa yang ada padanya. Selain penerimaan diri sendiri, tentunya penerimaan yang baik dari lingkungan juga mempengaruhi hubungan sosial kita. Jika orang-orang disekitar kita mampu menerima diri kita, maka kita mampu membina hubungan sosial yang baik.
Bukan hal yang sulit bukan untuk bisa memaksimalkan EQ kita, karna semuanya terkait dengan kehidupan sehari hari. Saat kita mau dibentuk dengan gesekan dan tekanan yang ada, baik dari dalam maupun luar kehidupan kita, sebenarnya itu telah membantu kita untuk bisa memaksimalkan kecerdasan emosi kita. 

No comments: