"Brapa sisa hutangku??", seru sang putri pada ayahnya. "kau masih berhutang 7 juta padaku", jawab ayahnya. "Baik jika begitu. Ambil 2 juta dari uang gajiku, dan sisanya trasfer ke rekeningku", jawab sang putri dengan ketus.
UANG.. lagi lagi uang yang menjadi penyebab keributan. Mungkin benar apa yang dikatakan pepatah, Uang itu jahat, membuat siapa saja bisa melakukan apa saja untuk memperkaya dirinya dengan uang. Dari penggalan percakapan diatas terlihat bahwa sang ayah memperhitungkan hutang sang anak. Wow, seorang ayah memperhitungkan hutang anaknya sendiri... Sulit untuk dikatakan dan dijelaskan tapi itulah UANG.
Perubahan jaman telah mengakibatkan evolusi pada pola pikir dan tingkah laku manusia. Perubahan yang makin menuju arah serba teknologi dan globalisasi membuat nilai sebuah uang sangatlah mahal. Hal ini menyebabkan, hampir semua orang menilai segala sesuatu dari sudut uang atau materi. Sebuah sindiran sederana sering kali muncul dalam gurauan saya. Saya sering menggunakan prinsip ekonomi untuk mengejek teman teman saya yang katakanlah agak sulit mengeluarkan uangnya, mengeluarkan usaha yang sekecil mungkin untuk mendapatkan hasil yang sebesar besarnya... Agaknya teori itu mulai benar benar berlaku saat ini, bukan hanya pedagang ataupun wiraswasta yang benar benar menerapkan prinsip tersebut, namun manusia secara harafiah memberlakukan prinsip ekonomi tersebut.
Alkitab menuliskan Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Ayat firman Tuhan ini mengajarkan pada kita untuk tidak menjadi hamba uang, tetapi mencukupkan diri kita dengan berkat yang Tuhan telah sediakan dalam kehidupan kita. Sering kali kita mengeluh dengan Tuhan dan berkata, berkatMu ga cukup Tuhan untuk kebutuhanku, berkatMu kurang melimpah didalam kehidupanku, banyak barang yang belum bisa kubeli, banyak hal hal menarik yang belum bisa aku rasakan, karna aku tidak punya cukup uang. Sering kali kita tidak menyadari bahwa dalam berkatNya pun Tuhan mengajar anak anakNya. Berkat yang diberikan diberikan dalam takaran kapasitas kita, berkat yang diberikan selalu pas dan tidak mungkin membuat kita berkekurangan, ingin buktinyaa??
Coba buka dalam Amsal 10:22, "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." See, berkat Tuhan yang membuat kita kaya, dan tidak akan berkekurangan.
Berpikirlah positif terhadap berkat yang telah Tuhan sediakan didalam hidupmu. Berkat yang kelihatannya sedikit bagimu, berarti waktunya Tuhan untuk mengajarkan bagaimana kamu harus me-manage keuanganmu dengan baik. Seperti janda yang memberikan persembahan dari semua yang ada padanya hari itu. Semua perak yang diberikannya sebagai persembahan adalah semua berkatnya hari itu, namun dia tidak menyayangkan itu untuk dirinya, karna janda ini sadar betul bahwa Tuhannya tidak akan membuatnya kelaparan tanpa makanan. Jika hari ini berkatmu tidak berlebih menurut takaranmu, ini artinya waktu bagimu untuk belajar membagi kebutuhan uangmu, mana kebutuhan prioritas yang perlu diutamakan, dan kebutuhan sampingan yang bisa ditangguhkan dengan tetap tidak mengurangi porsi persepuluhan untuk Tuhan. Tentulah itu bukan hal yang mudah, saya pernah menjalani masa masa demikian. Ada masa dimana saya merasa berkat Tuhan tidak cukup untuk kebutuhan saya. awalnya saya mengeluh, namun Tuhan mengingatkan saya akan ayat dalam Ibrani 13:5, saya ini bukan hamba unag, dan saya percaya Tuhanlah yang akan memelihara kehidupan saya. Saat itu saya hanya bisa menghasilkan uang sebesar 350.000 dalam sebulan dari pekerjaan mengajar saya. Bayangkan uang 350.000 dalam sebulan, apa yang bisa lakukan dengan uang sejumlah itu.
Tentu saja tak banyak, banyak pengeluaran tidak penting yang saya pangkas biayanya, sahabat satu komsel saya mengetahui bagaimana saya melewati masa ini. Selama beberapa bulan, tidak ada budget belanja, bahkan untuk sekedar jalan jalan, atau window shoping arround the mall. No no no, just cut it off. Bukan sebuah perjuangan yang mudah, mengingat wanita sangat suka membuang uangnya sekedar untuk refreshing dan melepas penat. Saya hanya belanja untuk kebutuhan bulanan, dan sesekali makan diluar, jika ada uang sisa. Saat itu Tuhan mengajar kepada saya betapa saya harus bisa mengontrol diri saya dalam membelanjakan uang, Tuhan mengajarkan prioritas.
Hari ini penghasilan saya diatas 350.000 tentunya, namun itu tetap tidak mengubah kebiasaan saya. Mengatur keuangan sebaik mungkin, menyisihkan untuk ditabung, menyimpan untuk keperluan mendadak, memakai uang sesuai kebutuhan, belanja tidak berlebihan, dan sebagainyaa.. Satu pelajaran baru Tuhan ajarkan pada saya, bagaimana saya harus berbagi dan menjadi berkat atas orang lain dengan berkat yang 'sedikit' melimpah didalam kehidupan saya. Bukan sebuah hal yang besar, seperti teman teman saya lakukan namun itu cukup berarti buat saya. Saya belajar memperhatikan orang orang disekitar saya, orang orang yang hampir saya temui setiap harinya, yapp benar, teman teman kantor. Sekali waktu saya membawakan camilan camilan kecil untuk dimakan bersama. Bukan camilan yang mahal tapi rasanya cukup untuk dinikmati, senang rasanya bisa berbagi dengan mereka. Bukan nilai uangnya yang dipandang, tapi perhatian dan kepedulian itu berharga lebih dari uang. seperti yang Tuhan katakan, .. Aku sekali kali tidak akan membiarkan engkau dan sekali kali tidak meninggalkan engkau." Tidak membiarkan berarti perhatian Tuhan tertuju pada kita, tidak meninggalkan berarti peduli pada kehidupan kita.
Saya teringat dengan perkataan dari Ps. Philip M, beliau berkata "Tuhan tidak mau berurusan dengan mereka yang keuangannya tidak beres, mereka yang tidak bisa mengatur keuangannya dengan benar" Menjadi kaya bukan bicara menumpuk sebanyak mungkin uang dan mengeluarkan uang sekecil mungkin, tapi berbicara soal bagaimana kita mengatur keuangan kita. Mungkin uang kita terbatas, tapi usahakanlah untuk mengatur pengeluarkan sebijak mungkin. Kau boleh punya uang semiliar dalam sehari tapi percayalah jika tidak ada management keuangan yang baik uang satu milyard itu tidak akan bertahan hingga malam hari tiba.
Satu ayat yang selalu teringat saat saya mulai ada dalam masa masa 'uang', ayat favorit saudari seiman saya "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya", ayat sederhana yang sangat mudah diingat, namun membawa kelegaan yang besar didalam hati... (Easter)
" Redenominasi boleh terjadi, namun Janji Tuhanku tetap YA dan AMIN " ~ Bro Petz --> like thiss
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment