My Valentine with Parents
Sepucuk surat tiba pagi itu di kotak surat. Seorang ibu setengah baya, yang baru pulang dari pasar membuka dan mengambil surat surat di kotak tersebut. Dibawa nya ke dalam, dan dipilah pilahnya. Terselip sebuah surat beramplop merah jambu dan tertuliskan My Mom. Dibukanya surat merah jambu itu hati hati, dan membaca nya dengan sangat teliti. Hai Mom, apa kabarnya hari ini?? Aku baik baik saja disini, dan sangat merindukanmu. Aku berharap bisa segera bertemu denganmu, di hari spesial yang telah kupersiapkan sejak lama. Di hari Valentine nanti, aku akan datang dan mengajak mom dan dad ke kota. Aku ingin merayakannya bersama kalian berdua. Aku menyisihkan sebagian uang penghasilanku untuk kalian dan memutuskan untuk membelikan mom dan dad pakaian baru. Pakailah uang ini untuk membeli baju baru, dan kenakan di tanggal 14 February nanti, saat aku datang. Simpanlah sisanya untuk kebutuhan mom dan dad di rumah. Cium sayang dan peluk hangat your daughter. Dilipatnya rapih surat dari putrinya dan dia dihitungnya beberapa lembar uang di dalam amplop tersebut. Sang ibu menghampiri ayah yang ada di kebun belakang, dan menceritakan surat dari putrinya.
Waktu yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga. Ayah dan Ibu telah bersiap pagi pagi sebelum sang putri tiba. Hari ini putrinya akan tiba, tapi tidak tahu tepatnya pukul berapa putrinya akan tiba di rumah. Saat matahari baru saja menampakkan wajahnya, pintu terdengar diketuk dari luar. Tok.. tok.. tok.. Ibu bergegas keluar dan membuka pintu, dikiranya mungkin tetangga mencarinya. Saat pintu dibuka, berdirilah sosok putrinya di seberang pintu, Hai Mom, aku sangat merindukanmu, kata sang putri, dan berjalan maju memeluk ibunya. Ibunya menerima pelukan putrinya dan mengecup kecil rambut putrinya. Pagi pagi benar kau datang nak, tanya ibu. Aku tak kan melewatkan setiap detik hari ini tanpa keberadaan mom dan dad, jawab anaknya. Bukankah aku telah menulis surat dan berjanji akan datang hari ini dan mengajak kalian ke kota. Ya nak, ibu menerimanya tapi akan menyangka kau datang sepagi ini, karna ibu tahu kau cukup sibuk dengan pekerjaanmu dan urusan di kota. Aku mengosongkan semua jadwalku hari ini, untuk merayakan Valentine with My Parents.
Singkat cerita, keluarga kecil ini mulai menghabiskan sepanjang hari Kasih sayang bersama di kota. Berkeliling kota, menyusuri taman kota, mengunjungi taman hiburan dan bersantap bersama. Saat senja mulai turun, dan hari mulai gelap, sang putri kembali mengantarkan ayah dan ibunya kembali ke rumah. Nak, terima kasih untuk 1 hari ini, ujar ayahnya, sambil memeluk putrinya, demikian juga dengan sang ibu berjalan mendekat dan memeluk putrinya. Putrinya membalas pelukan kedua orang tuanya dan bertanya, bolehkah malam ini aku bermalam. Ayah dan ibunya terkejut dan bahagia, tentu nak, ini rumah dan keluargamu, kau sangat diterima di sini. Kamarmu tetap rapih dan bersih, siap untuk ditempati kapanpun kau datang. Keluarga itu kembali melanjutkan hari kasih sayang mereka, dan makan malam di rumah kecil di pedesaan. Saat malam menjadi larut, masing masing bergegas untuk kembali beristirahat. Ayah dan ibu masuk ke kamar, demikian juga dengan putri mereka.
Saat ayah akan merapikan wajahnya sebelum tidur, ayah merogoh saku celananya, dan di dapati selembar surat.
Untuk Dad, terima kasih untuk 1 hari bersamamu. Sungguh menyenangkan melakukan semua kegiatan tadi bersama. Aku masih ingat betapa dad sangat berhati hati menjagaku waktu kecil, mengajarkan dan menbimbingku dari apa bisa membuatku terjatuh dan menyesali apa yang aku lakukan. Tahukah kau dad, karna dad lah aku belajar arti menjadi yang terbaik, dalam kondisi apapun dan mengajarkan prinsip hidup yang terus akan aku pegang sampai nanti aku menjadi tua. Aku berjanji aku akan menjadi seperti keinginan dad, sungguh aku mencintaimu dad. Terima Kasih untuk kebersamaan, didikan, dan prinsip hidupmu. Dan disinilah putrimu ini belajar banyak hal, di dalam keluarga ini. Yang mengasihimu, Putrimu
Di waktu yang sama, ibu merapikan kamar tidurnya, dan melihat ada lembaran kecil terselip di bawah bantalnya.
Untuk Mom, aku tahu tidak pernah mudah untuk menjadi mom, tapi yang aku tahu kau telah berhasil menjadi mom bagiku. Ketegaran dan lembut hati mom mengajarkan aku untuk menjadi wanita dewasa yang bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dalam pergumulan yang dilewati keluarga ini, mom mengajarkan untuk senantiasa bersyukur dan mempercayai keajaiban iman kristiani. Mom selalu menjadi menjadi pendukung, dan partner doaku. Dari kesetiaanmu mom, aku belajar taat dan melayani. Dan disinilah putrimu ini belajar banyak hal, di dalam keluarga dan rumah ini. Terima kasih telah menjadi dan akan tetap menjadi mom terbaik sepanjang sejarah hidupku. Yang mengasihimu, Putrimu.
Mungkin kata katanya dalam cerita tersebut terkesan puitis dan mengharu-birukan perasaan, namun itulah yang sebenarnya orang tua kita rindukan. Bukan penghargaan, bukan pengakuan, namun sebentuk sederhana perhatian kita pada orang tua kita. Menyenangkan orang tua dengan kesuksesan kita, tentu akan sangat membanggakan mereka, para orang tua, namun perhatian sekecil apapun sangat membahagiakan orang tua juga. Saat anak anak beranjak dewasa, rumah menjadi sepi, dan orang tua mulai ditinggalkan. Orang tua mulai tidak diindahkan, rumah bagaikan kost, brangkat pagi-pulang malam. Pernahkah kita berpikir perkataan Father, and Mother, I Love You, menjadi perkataan manis yang akan selalu diingat oleh orang tua kita. Kasih tidak selamanya hanya ditunjukan dalam perbuatan, namun ada waktunya kasih juga perlu diperkatakan kepada orang tua kita juga. Di Hari Valentine ini, perkatakanlah kata kata kasih kepada orang tua kita. Tidak perlu merangkaikan kata kata puitis, berbelit-belit dan berkosakata sulit, utarakan saja maksud hatimu, maka perkataan cinta itu akan jauh lebih bermakna, karna kasih orang tua itu tulus dan menerima apa adanya. Rangkulan dan pelukan dari anak anaknya selalu dapat menghangatkan hati orang tua yang merindukan kebersamaan. Waktu yang telah berlalu mungkin tidak dapat diulang kembali, namun kebersamaan dan kehangatan kasih orang tua akan tetap menjadi kenangan yang tidak akan usang dimakan waktu. Jika kehangatan dan kebersamaan itu telah lama berlalu, biarlah anak anak memulai kembali menyalakan api cinta kasih di dalam perapian keluarga.(east)
No comments:
Post a Comment