Sunday, July 22, 2012
Jangan lupakan Tuhan dalam perencanaan, Berkat Tuhan pangkal selamat
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. - Yak 4 :13-16
Jangan pernah lupakan Tuhan dalam perencanaan di dalam setiap kehidupan kita.
Salomo org plg bijak dan berhikmat menuliskan dalam mazmurnya, Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga - Maz 127 :1
Menjadi orang yang berhasil dalam pekerjaan, usaha, mempunyai uang banyak tentu itu adalah harapan semua orang. Tapi semua tdk pernah terjadi instant dan tanpa proses. Mereka yang telah berhasil membangun usaha, adalah mereka yang berhasil melewati setiap proses, setidak-tidaknya mereka berhasil mencari tau, apa hati Tuhannya untuk kehidupan mereka, supaya mereka tetap dapat melanjutkan hidup.
Saya tidak berkata, menjadi kaya dan berduit itu tdk boleh. Tentu saja boleh, dan itu impian semua orang.
Masalahnya adalah adakah itu kehendak Tuhan??
Akankah itu tdk akan mengeser posisi Tuhan dalam hidupmu??
Kehendak Tuhan, yang saya maksudkan seperti ini, adakah Tuhan berkenan atas apa yang akan engkau kerjakan?
Ini yang seharusnya terjadi,menguduskan hari sabat (yang berarti beribadahlah terlebih dahulu, cari Tuhan dan mengucap syukurlah atas semua berkatnya), setelah itu bekerjalah..
Itu sebabnya kenapa hari sabat (hari minggu) selalu menjadi hari pertama di awal minggu. Karna Tuhan ingin kita datang, dan mengucap syukur padaNya terlebih dahulu, mencari dan mendengarkan kehendakNya, sebelum kita memulai pekerjaan.
Jangan jadikan uang atau kebutuhan masa depan adalah penyebabnya. Di sini hatimu di uji, di mana kau meletakkan sebagian besar hatimu. Firman berkata, harta mengambil porsi yang cukup besar dalam hati kita. Jika masa depan kita ada di tangan Sang Empunya masa depan, perlukah kita risau? risau bukan berarti tidak berusaha.
Sekali lagi, cari dulu perkenanan Tuhan, cari dulu kehendak Tuhan.
Setelah kau mendapatkannya, percayalah Tuhan yang akan buka jalan atas semua yang akan engkau kerjakan. Jangan sampai mamon menjadi tuanmu, jangan sampai menjadi budak uang. (Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."-Ibr 13:5)
Seringkali kita berpikir, mencari perkenanan Tuhan itu butuh waktu, mencari kehendak Tuhan itu lama. Lebih baik mencoba apa yang di depan mata saja. Hikmat manusia kelihatannya meyakinkan, tapi hasilnya tidak selalu demikian, tapi hikmat Tuhan, mungkin awalnya terlihat tidak menjanjikan, tapi selalu berbuah manis di akhir.
Saya bukan mengurui atau bertingkah sok rohani. Seperti yang Firman katakan, Jika itu bukan perkenanan Tuhan, maka semua sia-sia.
Jika tidak yakin, coba saja diuji.. :)
God Bless You.. ;)
(east)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment