Wednesday, November 4, 2009
Dancing with My Father ^^
Ada seorang ayah mempunyai seorang putri yang cantik.
Sang ayah sangat mencintai putri kecilnya, sejak kecil ayah dan putrinya begitu dekat.
Yang selalu dirindukan sang putri kecil adalah ayahnya...
Saat sang ayah baru pulang dari perjalanan jauh, sang putri segera berlari mendapatkan sang ayah dan memeluknya,
yang dia tunggu bukan hadiah atau oleh oleh dari sang ayah, tapi pelukan hangat dari sang ayah,
keberadaanya, kehadirannya, dan kasih sayang sang ayah.
Setiap malam yg diimpikan sang putri hanya ayahnya seorang... Seakan tidak bisa lepas dari bayangan sang ayah
Pernah sang ayah bertanya pada putri kecilnya, siapa yang akan kau nikahi nanti?? ayah jawab putrinya.
Makin hari makin melewati bulan dan tahun,
sang putri kecil mulai bertumbuh besar, dan duduk di bangku sekolah dasar.
Sang putri mulai sibuk dengan teman temannya, sibuk dengan mainan dan barang barang bagus yang mulai diinginkan anak2 seusiannya
Sedikit demi sedikit cintanya dengan ayahnya mulai tergeser dengan keinginannya akan barang barang impiannya
Saat pagi bangun, ayahnya bertanya padanya, gambar apa yg kau lihat dalam tidurmu putri kecilku??
jawab sang putri, boneka ayah.. besar, bagus, berwarna putih berbentuk beruang..
ayahnya tersenyum, dan memeluk putri kecilnya..
Di pagi yang lain, kembali ayah bertanya pada putri kecilnya, gambar apa yang kau lihat dalam tidurmu putri kecilku??
sang putri menjawab, sepeda roda 2 ayah, begitu cantik dan feminin.. bisa aku memilikinya suatu kali ayah?? tanya sang putri.
Jawab sang ayah, tentu putriku.. sambi tetap tersenyum dan memeluk putri kecilnya.
Dalam pelukan sang ayah, putri kecilnya menjawab,"aku sayang ayah..", dan sebuah ciuman manis meluncur ke pipi ayahnya,
sang ayah tersenyum kecil, melihat kemanjaan putri kecilnya.
Tak ada lagi mimpi tentang ayah, gumam ayah dalam hati.
Bulan berganti, dan hari ulang tahun putri kecilnya tiba.
Sang ayah telah menyiapkan hadiah istimewa untuk ulang tahun putrinya kali ini..
Ditunggunya sang putri kembali dari sekolah, dia menanti di pintu gerbang rumah dan menunggu dengan tidak sabar
Saat dilihat sang ayah putrinya datang, berdirilah sang ayah dan menyambut sang putri dengan sebuah pelukan.
"Selamat Ulang Tahun putriku", ucap sang ayah sambil membuka tangan bersiap memeluk sang putri
"Terima Kasih ayah" kata sang putri sambil tersenyum.
"Tak ada pelukan untuk ayah??" tanya sang ayah. "Aku sudah besar ayah."jawab sang putri.
Sang ayah berdiri dan mengandeng tangan putrinya,"ayah punya hadiah istimewa untukmu.Ayo kita lihat!!"
"Benarkah ayah?? apa itu, aku tak sabar melihatnya." balas sang putri.
"Ayo kita ke kamarmu dan lihat apa yg ada disana."ajak sang ayah.
Ayah dan putrinya bergegas menuju kamar putri kecilnya, putri kecilnya sedikit berlari
karna tak sabar ingin segera melihat hadiah.
Saat dibukanya pintu kamar dan dilihatnya beruang putih besar persis seperti yang dimimpikannya,
sang putri segera berlari mendapatkan hadiahnya dan memeluk boneka itu.
"Ini seperti yang ada dalam mimpiku ayah", kata sang putri. sang ayah tertawa mendengar ucapan putri kecilnya.
Sang putri kemudian meletakkan hadiahnya dan memeluk sang ayah, sambil berkata "Terima kasih ayah. Kau ayah terbaik didunia"
dan sepasang ciuman sayang menempel di pipi sang ayah. Sang ayah sangat senang
dan merindukan pelukan serta ciuman dari gadis kecilnya.
Semakin hari sang putri mulai sedkit demi sedikit mengabaikan sang ayah,
saat sang ayah pulang dari perjalanan bisnisnya, tak lagi didapati sang ayah pelukan hangat dari putri kecilnya yg menanti,
tak juga dengan ciuman manja dari putri kecilnya saat mereka menghabiskan waktu bersama.
Sang putri hanya mulai bermanja diri dengan ayahnya, saat sang ayah datang padanya dengan barang barang yang bagus
dan hadiah hadiah yang indah. Selain itu sang putri tak lagi memperhatikan sang ayah.
Sang ayah mulai sedih dan kecewa dengan perubahan yg ditunjukan oleh putri kecilnya.
Sang ayah bisa memahami perkembangan usia dan pergaulannya, tapi sang ayah tetap ingin memiliki cinta putri kecilnya.
Bagi ayah, cinta dari putrinya lah yang terpenting.
Suatu waktu, sang ayah menghabiskan waktu bersama gadis kecilnya.
mereka duduk dan bermain bersama, hingga akhirnya sang ayah mencurahkan isi hatinya pada gadis kecilnya.
"Putriku, sadarkah kau telah mengabaikan ayahmu ini?" cakap sang ayah memulai curhatnya
"Kau tak lagi memberikan pelukan dan ciuman saat ayah ada bersamamu. Kau sibuk dengan semua barang barang
dan mainan yang ayah berikan padamu, tapi kau melupakan ayah, nak." kata ayahnya.
"Ayah tidak kecewa padamu, ayah sedih dengan perubahan sikapmu pada ayah. Setiap kali ayah melihat foto2 kebersamaan qta,
ayah merindukan kamu tetap menjadi putri kecil ayah yang selalu menginginkan ayah saja." lanjut ayahnya.
"Ayah cuman ingin dicintai putri kecilnya." kata terakhir dari sang ayah, sebelum sang putri memeluknya dan menangis.
"Maafkan aku ayah, karna telah mengabaikanmu. Aku tetap mencintai ayah, bagiku ayah tetap ayah terbaikku
dan posisi ayah tak akan tergantikan." kata sang putri sambil terus memeluk ayahnya.
"Kau ingat ayah pernah bertanya padamu, siapa yg akan kau nikahi nanti??" tanya sang ayah.
Putrinya mengangguk tanda mengingat peristiwa itu. "Ayah tau bukan ayah yg akan kau nikahi nanti,
tapi bolehkan ayah berdansa denganmu pada hari pernikahanmu??" tanya ayahnya.
"Tentu ayah, kau akan jadi pria pertama yang akan berdansa denganku sebelum suamiku." jawab sang putri
dengan mata masih berkaca kaca.
"Ayah pegang itu sebagai sebuah perjanjian diantara kita, kita masing masing akan mempersiapkan diri untuk itu."
timpal ayahnya. Ayah dan Putrinya saling berpandangan dan tersenyum, dalam hati sang putri berkata,
aku akan menantikan hari itu ayah, dan akan berdansa sebaik mungkin denganmu.. berdansa sungguh sungguh.
Inspiration : Ps.Philip and his daughter's story...
so nice to hear the story.. re-story it to my languange ^^
By : CheerfulEaster
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


1 comment:
waw... sweet...
mau seh dansa ama papa. tapi apa kata dunia nanti? bakal jadi pemandangan yg aneh... -.-'
Post a Comment